SMARTPEKANBARU.COM – Bupati Pelalawan Zukri Misran secara resmi membuka Helat Pelalawan ke-26 yang ditandai dengan pemukulan kompang bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pelalawan, Rabu (8/10/2025) malam di halaman kantor bupati.
Dari atas megahnya panggung Helat Pelalawan, irama kompang yang bersahut-sahutan menjadi titik awal acara yang berlangsung selama lima hari kedepan. Puncak Helat Pelalawan digelar pada Minggu, 12 Oktober 2025.
Bupati Zukri menyampaikan, Helat Pelalawan merupakan bentuk rasa syukur atas Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang ke 26 akan disemarakan dengan berbagai even dan kegiatan.
Termasuk pagelaran seni dan budaya juga diisi dengan penampilan sanggar sekolah dari 12 kecamatan.
“Pada malam pembukaan ini bersama kita saksikan penampilan Nuri Selasih dan Band lokal. Berlanjut besok berupa Tabligh Akbar dengan penceramah H Rhoma Irama,” katanya.
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pelalawan dimulai sejak Rabu (8/10/2025) pagi. Sebelum pembukaan Helat Pelalawan pada malam hari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggelar pawai budaya nusantara yang diikuti ribuan peserta di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci.
Pawai budaya nusantara dilepas dari Taman Kenangan tepatnya di depan SMPN 1 Pangkalan Kerinci oleh Bupati Pelalawan H Zukri, Wabup Husni Tamrin , Ketua DPRD H Syafrizal, Kapolres AKBP John Lois Letedara dan Forkopimda lainnya.
Peserta pawai akan berjalan sampai ke Taman Bola lapangan mini soccer Pangkalan Kerinci yang jaraknya 2 kilometer lebih.
Jika sebelumnya ditargetkan 4 ribu peserta dari berbagai kalangan ikut pawai yang dimotori oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disidkbud) Pelalawan. Ternyata peserta yang hadir lebih dari 5 ribu orang dengan panjang barisan hampir 1 kilometer.
Adapun peserta pawai yang terlibat mulai dari desa dan kelurahan setiap kecamatan membawa perwakilan masing-masing.
Total ada 12 kecamatan yang mengusung nuansa berbeda-beda. Ditambah siswa sekolah di wilayah Pangkalan Kerinci mula dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Kemudian organisasi kemasyarakatan juga terlibat seperti Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan lainnya.
Kemudian seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Pelalawan. Setiap rombongan membawa personil antara 10 sampai 40 orang dan bahkan lebih.
Alhasil menciptakan pemandangan lautan manusia di sepanjang Jalintim Pangkalan Kerinci yang beragam warna dan nuansa.
Hampir semua pakaian adat di negeri ini tampak digunakan para peserta mulai dari Melayu, Batak, Minang, bahkan ada juga Tionghoa yang membawakan atraksi barongsai.
Ada juga yang menggunakan pakaian profesi seperti nelayan, petani, dan lainnya. Peserta bahkan membawa miniatur gajah berukuran cukup besar serta burung garuda yang merupakan lambang negara Indonesia.
Saat miniatur gajah melewati panggung di Taman Bola mini soccer, Bupati Zukri mencoba naik ke atas miniatur gajah yang diarak oleh peserta pawai dari Kecamatan Ukui.
Sedangkan Wabup Husni Tamrin naik ke atas miniatur burung Garuda yang diarak oleh perwakilan Paskibraka.
Bupati Zukri menyampaikan, pawai budaya nusantara yang digelar menyambut Hari Jadi Kabupaten Pelalawan yang ke-26.
Acara ini menunjukkan jika budaya di Pelalawan sangat beragam dan selama ini hidup rukun berdampingan. Sehingga semua masyarakat dari berbagai kalangan bisa memeriahkan dan menikmati Hari Jadi Pelalawan.
“Kita tetap jaga persatuan dan kesatuan yang berdasarkan keberagaman. Untuk membangun negeri yang kita cintai ini semakin maju dan masyarakat sejahtera,” ujar Bupati Zukri.
Ia mengapresiasi keterlibatan dari seluruh peserta pawai yang jumlahnya diluar ekspektasi panitia pelaksana dari Disdikbud Pelalawan. Semua rombongan menampilkan pertunjukan yang maksimal.
“Tahun depan akan kita buat lagi pawai budaya nusantara yang lebih meriah. Nanti malam pembukaan Helat Pelalawan, seluruh masyarakat silahkan hadir,” papar Zukri.
Setelah pawai yang diikuti 5 ribu peserta menciptakan lautan manusia di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, seribu siswa-siswi menari dengan kompak di lapangan mini soccer menampilkan Zapin pecah 12.
Tarian massal ini merupakan rangkaian acara pawai budaya nusantara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam menyambut Hari Jadi Pelalawan yang ke-26.
Peserta tari massal ini berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Pangkalan Kerinci mulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMP). Menggunakan pakaian adat melayu nuansa warna hijau serasi dengan warna hijau lapangan mini soccer.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
