SMARTPEKANBARU.COM – FujiFilm menghadirkan kamera 2-in-1 terbarunya, InstaX Mini Liplay Plus. Kamera ini merupakan penerus InstaX Mini Liplay yang sudah dirilis di Indonesia pada 2019. Sebagai penerus, InstaX Mini Liplay Plus masih mewarisi desain dan sejumlah fitur unggulan dari pendahulunya. Misalnya, kemampuan mencetak foto dalam sekali “jepret”, merekam klip audio, hingga bodi berbentuk kotak (boxy). Bedanya, bodi seri Mini Liplay Plus ini dibuat dengan tampilan yang lebih elegan, modern, dan kamera tambahan untuk mempermudah pengguna melakukan swafoto alias foto selfie.
Pada bagian bodi belakang, kamera datang dengan layar berpanel LCD yang berdiagonal 3 inci. Adapun di bagian atas layar terdapat kamera selfie berukuran kecil yang disematkan ke dalam notch berbentuk persegi panjang.
Namun, resolusi kamera yang ditawarkan masih sama dengan pendahulunya, yakni 2.560 x 1.920 piksel. Di layar yang sama, pengguna bisa memilih mana saja foto yang ingin dicetak sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.
Bodi samping InstaX Mini Liplay Plus memiliki dua tombol yang terdiri dari tombol daya (power button) dan tombol untuk mengganti kamera yang digunakan. Dalam satu kali tekan, kamera akan langsung pindah dari belakang ke depan atau depan ke belakang. Pengguna juga bisa menjajal fitur kamera lainnya, yakni picture-in-picture. Fujifilm memungkinkan pengguna untuk menggabungkan dua foto sekaligus sebelum dicetak, untuk meningkatkan pengalaman dalam mengabadikan momen. Misalnya, memotret satu tempat atau monumen bersejarah di lokasi tertentu, dan menggabungkannya dengan foto selfie. Kedua foto yang berbeda tadi bisa digabung di satu frame yang sama dengan bentuk bingkai yang berbeda-beda.
Fitur ini berbeda dengan fitur Dual Cam (mengaktifkan kamera depan dan belakang sekaligus) seperti di smartphone ataupun double exposure (dua foto yang ditimpa di satu frame yang sama dengan tingkat transparancy yang berbeda).
Fitur yang ditawarkan Fujifilm benar-benar hanya menumpuk dua foto yang berbeda menjadi satu kesatuan foto. Sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Senin (20/10/2025), opsi template yang tersedia untuk fitur ini terbatas ada empat opsi saja.
Fitur foto sekaligus merekam audio ini sejatinya sudah hadir di InstaX Mini Liplay sebelumnya. Perbedaannya, di InstaX Mini Liplay Plus, durasi rekam audio dipangkas dari 10 detik menjadi tiga detik saja. Pengguna juga bisa merekam audio menggunakan kamera yang sama. Foto dengan audio tersebut bisa dicetak dalam format JPEG dengan kode QR, yang jika dipindai menggunakan smartphone, bisa memutar suara rekaman tadi dalam bentuk digital. Fujifilm mengungkapkan bahwa kode QR untuk mengakses file audio dari foto tersebut dapat diakses dalam kurun waktu selama dua tahun. Jika di luar tenggat waktu, kode QR tadi sudah tidak bisa dipindai lagi.
Fitur menarik lainnya adalah pengguna juga dapat menyunting, menambah filter, memberi stiker atau mengganti frame, hingga berbagi file foto dari aplikasi LiPlay Plus yang bisa diunduh via smartphone.
Dengan aplikasi yang sama, pengguna juga bisa memilih foto mana saja yang ingin di cetak. Proses foto grup juga kini menjadi lebih mudah. Sebab, aplikasi LiPlay Plus via smartphone tadi bisa berfungsi sebagai remote kotrol lewat konektivitas Bluetooth. Pengguna bisa mengambil selfie grup menggunakan kamera depan tanpa harus repot memegangnya dengan jarak sesuai lengan. Harga Fujifilm InstaX Mini Liplay Plus Fujifilm memastikan InstaX Mini Liplay Plus bakal segera dirilis di akhir Oktober 2025. Opsi warna yang tersedia mencakup Midnight Blue, Sand Beige, dan Soft Flitter Mini yang hadir dangan aksen emas di bagian bodi frame-nya.
Banderol harganya dimulai dari 234,95 dollar AS atau setara Rp 3,88 jutaan. Adapun untuk pembelian isi film sebanyak 10 buah dibanderol seharga 17,99 dollar AS (Rp 297.885). Belum ada indikasi bahwa Fujifilm akan memboyong InstaX Mini Liplay Plus ke Indonesia. Nantikan saja.
sumber ; kompas.com
