SMARTPEKANBARU.COM – Jembatan Water Front City (WFC) di Bangkinang Kota terusik oleh diduga perbuatan ‘rayap besi’.
Sejumlah besi lesap dari jembatan itu.
Rayap besi merujuk kepada istilah yang tenar di Kota Medan, Sumatera Utara.
Istilah tersebut disematkan kepada pelaku pencurian besi.
Perilaku tersebut telah menyasar jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bangkinang Kota dan Bangkinang.
Penyeberangan Sungai Kampar itu menghubungkan ruas Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan.
Besi pagar trotoar jembatan raib.
Pelaku menggergaji besi holo bulat yang dipasang menghubungkan tiang-tiang pagar.
Istilah tersebut disematkan kepada pelaku pencurian besi.
Perilaku tersebut telah menyasar jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bangkinang Kota dan Bangkinang.
Penyeberangan Sungai Kampar itu menghubungkan ruas Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan.
Besi pagar trotoar jembatan raib.
Pelaku menggergaji besi holo bulat yang dipasang menghubungkan tiang-tiang pagar.
Tiga pagar besi dipasang paralel sepanjang jembatan.
Besi holo yang berukuran besar berada paling atas dan masih utuh.
Dua yang berukuran kecil di bawah.
Besi-besi inilah yang telah raib.
Ada satu batang di antara tiang, ada yang hilang dua sekaligus.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kampar, Afrudin Amga mengaku belum mendapat informasi tentang pencurian besi di Jembatan Water Front City.
“Kami cek dulu ya. Sekarang saya minta PPK-nya (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk mengecek ke lokasi,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/10/2025).
Ia mengatakan, diduga pencurian di jembatan itu sudah pernah terjadi.
Sejumlah baut di bagian bawah jembatan hilang.
“Yang kita tahu, baut (yang hilang). Tapi itu sudah lama. Tapi bukan baut konstruksi,” ujarnya.
Penggantian baut yang berhilangan masuk ke kegiatan perawatan.
Ia mengakui, perawatan jembatan amat penting karena termasuk aset yang berharga.
Apalagi jembatan tersebut menyangkut kepentingan orang banyak.
Menurut dia, perawatan terhadap bagian jembatan yang hilang belum sempat dilakukan karena keterbatasan anggaran.
Sumber ; Tribunpekanbaru.com
