SMARTPEKANBARU.COM – Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar mengungkap potensi bencana jelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar, Azwan melalui Kepala Pusdalops-PB, Adi Candra Lukita mengatakan, potensi bencana terungkap dalam rapat dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Senin (1/12/2025).
Peserta rapat seluruh kepala daerah. Termasuk Bupati Kampar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga hadir dalam rapat yang berlangsung secara hibrid itu.
“Dari penjelasan BMKG, masih ada pengaruh siklon jelang nataru. Terutama di pesisir selatan,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (2/12/2025).
Menurut dia, dampak bencana banjir, longsor, dan angin kencang sering tidak terduga.
Oleh karenanya, Mendagri menekankan koordinasi pusat dengan daerah.
“Dampak yang jadi perhatian karena bersamaan dengan mobilitas masyarakat meningkat di akhir tahun,” ujarnya.
Ia mengatakan, kerawanan pangan juga perlu diwaspadai. Selain itu bidang kesehatan, dan keamanan.
Ia menyatakan, kesiapsiagaan bencana melibatkan berbagai lembaga pusat hingga daerah.
Ia mengatakan, di Kampar telah terbentuk klaster penanggulangan.
Klaster terdiri dari instansi pemerintahan dan lembaga vertikal. Ia mengakui, implementasi klaster kurang aktif.
“Kita berharap aktivasi klaster penanggulangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” katanya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
