SMARTPEKANBARU.COM – “Tua hanyalah angka” begitu kiranya suara hati dari libero senior Yulis Indahyani. Pevoli berusia 35 tahun ini menjadi yang tertua di sektor putri pada Proliga 2026.
Sebagai atlet bola voli, kesigapan, respons, teknik, hingga kebugaran fisik menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar demi menjaga performanya tetap berada di level top.
Apalagi dengan gengsi kompetisi elite voli Indonesia, atau Proliga 2026, seorang pemain dituntut tampil perfek. Tidak hanya seorang spiker yang dituntut menciptakan poin, dan bukan hanya libero yang bertanggung jawab meng-cover setiap jengkal area pertahanan timnya.
Bola voli yang berlandaskan olahraga tim, meminta semua pemainnya saling bersinergi, satu rasa satu karsa dalam mencapai sebuah kemenangan.
Dalam hal ini, pemain berpengalaman dibutuhkan untuk mengatasi tingginya tekanan, baik dari luar maupun dalam pertandingan.

Hal itu diperoleh dari jam terbang, tidak peduli itu berupa kemenangan, kekalahan, atau gelar juara sekalipun. Dan Yulis Indahyani memiliki aspek tersebut.
Pevoli yang kini berdomisili di Probolinggo, Jawa Timur tersebut, pada Proliga 2026 kembali memperkuat Gresik Phonska Pupuk Indonesia.
Dia diharapkan mampu menjadi kepingan puzzle Petrokimia untuk pecah telur meraih gelar juara pertama Proliga, sejak kompetisi digulirkan tahun 2002.
Lantas seperti apa sosok dari Yulis Indahyani? Sekalipun menjadi pevoli tertua di Proliga 2026, dia tetap menjadi pilihan utama di lini pertahanan Gresik Phonska Pupuk Indonesia
Langganan Timnas Voli Indonesia dari Banyuwangi
Yulis Indahyani merupakan pevoli kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 3 Februari 1990. Debut pertama Proliga pevoli yang sebentar lagi akan berusia 36 tahun ini tercipta pada Proliga 2005, merangkum dari laman Volleybox.
Dan tim pertama yang diperkuatnya adalah Petrokimia, yang saat ini berganti nama menjadi Gresik Phonska Pupuk Indonesia.
Sejak saat itu, Yulis Indahyani melanglang ke berbagai tim elite Proliga untuk mengasah kemampuannya, hingga melambungkan nama sang atlet sebagai langganan Timnas Voli Putri Indonesia.
Jakarta Pertamina, Bandung BJB Tandamata, Bank Jatim, dan Jakarta BIN merupakan deretan tim yang pernah merasakan ‘servis’ dari Yulis Indahyani.
Tercatat pada kariernya di Proliga, lima gelar juara sudah dipersembahkan untuk dua tim berbeda.
Gelar juara Proliga pertama Yulis Indahyani dirasakannya pada edisi 2014 pertama Pertamina.
Berselang empat musim, dia kembali menghantarkan tim besutan perusahaan migas milik BUMN ini menjadi juara Proliga lagi.
Mencari pengalaman ke Kota Kembang, Yulis Indahyani sukses membawa Bandung BJB Tandamata back to back juara Proliga 2022 dan 2023.
Terakhir, gelar juara Proliga ibu satu anak ini diraihnya bersama Jakarta BIN di Proliga 2024.
Meski memperlihatkan performa impresif, tetapi Yulis Indahyani terkesan telat menjadi langganan timnas. Dia baru menembus skuad senior Timnas Voli Putri Indonesia pada SEA Games 2019, atau saat usianya sudah 29 tahun.
Dia beruntun menjadi libero andalan srikandi voli Merah Putih pada SEA Games 2019, 2021, dan 2023. Tidak berhenti sampai di situ, dia juga mengawal pertahanan Indonesia pada SEA V League 2019, 2022, dan 2023.
Di level kejuaraan Asia, Yulis Indahyani pernah berpartisipasi pada AVC Nations Cup 2023 bersama Indonesia.
Layak dinantikan bagaimana kiprah Yulis Indahyani sebagai sosok pevoli tertua putri di Proliga 2026.
Penghargaan Individu Yulis Indahyani
- Best Libero AVC Nations Cup 2023
- Best Libero Proliga 2023
- Best Libero Proliga 2022
- Best Libero Proliga 2019
- Best Libero Proliga 2018
- Best Libero Proliga 2014
- Best Libero Proliga 2013
Sumber : Tribunnews.com
