SMARTPEKANBARU.COM- Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (POTSI) Riau kini tengah berada dalam posisi menanti kepastian dari pengurus pusat terkait agenda kejuaraan mendatang. Kondisi ini mencuat setelah sejumlah ajang olahraga multieven, baik di level nasional maupun internasional, dipastikan tidak menyertakan cabang olahraga (cabor) teqball dalam daftar pertandingan. Absennya teqball di berbagai kompetisi besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan prestasi atlet di daerah.
Ketua POTSI Riau, Aminullah, mengungkapkan bahwa para atlet Riau sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional, salah satunya pada Asian Beach Games (ABG) 2026 di Sanya, China. Namun sayang, meski dijadwalkan berlangsung pada akhir April mendatang, cabor teqball tidak masuk dalam daftar cabang yang diperlombakan. Hal serupa juga terjadi pada gelaran Asian Games 2026 di Jepang, di mana cabor yang menggabungkan unsur sepak bola dan tenis meja ini kembali absen dari panggung pertandingan.
Pupusnya harapan atlet untuk beralaga di level mancanegara semakin bertambah setelah adanya kepastian mengenai SEA Games 2027 di Malaysia. Menurut Aminullah, tuan rumah Malaysia tidak menyertakan teqball karena keterbatasan pengembangan cabang olahraga tersebut di sana. Kondisi ini praktis menutup pintu bagi atlet Riau untuk menguji kemampuan mereka di kancah Asia Tenggara dalam waktu dekat, sehingga fokus kini dialihkan pada upaya diplomasi olahraga di tingkat nasional.
Kini, tumpuan harapan para atlet dan pengurus tertuju pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan dihelat di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). POTSI Riau bersama pengurus pusat terus mendorong agar teqball dapat masuk sebagai cabor yang dipertandingkan secara resmi di pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut. “Kami masih terus menjalin komunikasi dengan pengurus pusat untuk memastikan status atlet dalam kejuaraan-kejuaraan mendatang,” ujar Aminullah.
Meski dihantam ketidakpastian kalender kompetisi, POTSI Riau menegaskan komitmennya untuk tetap mengasah kemampuan para atlet. Program latihan dan pembinaan prestasi dipastikan tetap berjalan demi menjaga kesiapan fisik serta teknik para atlet. Langkah ini diambil agar saat keran kompetisi kembali dibuka, tim teqball Riau sudah dalam kondisi tempur optimal dan tidak kehilangan sentuhan permainan akibat vakumnya turnamen.
Aminullah tidak menampik bahwa keterbatasan finansial menjadi salah satu kendala dalam menjalankan program pembinaan di tengah minimnya kejuaraan. Namun, pihaknya berjanji akan berusaha maksimal untuk mendukung seluruh kegiatan atlet agar semangat juang mereka tidak luntur. Baginya, ada atau tidaknya jadwal pertandingan dalam waktu dekat, berlatih dengan konsisten adalah kewajiban agar atlet selalu siap sedia saat mandat bertanding datang.
Sumber : Tribun Pekanbaru
