SMARTPEKANBARU.COM – Kekosongan posisi pimpinan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dalam waktu dekat direncanakan akan segera diisi oleh pejabat definitif.
Pemerintah Provinsi Riau melalui panitia seleksi (pansel) secara resmi telah membuka pendaftaran bagi calon Direktur dan Komisaris sejak Senin (30/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pengisian jabatan strategis yang selama ini kosong, sekaligus memastikan roda organisasi perusahaan tetap berjalan secara optimal dan terarah.
Panitia seleksi juga mengimbau kepada masyarakat yang berminat untuk mengikuti proses tersebut agar segera mempersiapkan seluruh dokumen dan persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Kelengkapan berkas menjadi hal yang sangat krusial, mengingat tahap administrasi merupakan penyaringan awal yang akan menentukan apakah pelamar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya atau tidak.
Pembukaan seleksi ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya bertujuan mengisi kekosongan jabatan, tetapi juga untuk memperkuat kinerja dan tata kelola BUMD ke depan.
Diharapkan, figur pimpinan yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta kompetensi yang mumpuni sehingga mampu membawa PT SPR menjadi perusahaan daerah yang lebih profesional, transparan, dan memiliki daya saing tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, memberikan sejumlah catatan penting terkait mekanisme seleksi serta harapan terhadap kinerja direksi yang akan terpilih.
Ia menekankan bahwa proses seleksi harus benar-benar menghasilkan sosok yang cekatan, profesional, serta mampu bekerja secara efektif dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.
Menurut Abdullah, salah satu prioritas utama yang harus menjadi perhatian direksi baru adalah upaya mengoptimalkan pendapatan perusahaan.
Dengan strategi pengelolaan yang tepat, BUMD diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau, sehingga keberadaannya benar-benar berdampak positif terhadap pembangunan daerah.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar kebijakan belanja perusahaan diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini penting agar aktivitas dan program BUMD tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, terutama dalam mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Abdullah turut mendorong adanya perubahan pola dalam proses pemilihan direktur BUMD. Ia mengusulkan agar para calon diberikan kesempatan untuk melakukan observasi langsung terhadap kondisi internal perusahaan sebelum resmi menjabat.
Langkah ini dinilai penting agar calon pimpinan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai situasi perusahaan, sehingga tidak mengalami kesulitan atau keterkejutan saat mulai menjalankan tugasnya.
“Saya mengusulkan penggunaan jasa head hunter untuk menjaring tenaga profesional,” ujar Abdullah. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tugas penting lainnya bagi direksi baru adalah segera melakukan perhitungan terhadap aset Hotel Aryaduta yang masa kontraknya dengan pihak Lippo telah berakhir.
Langkah ini dinilai sangat krusial sebagai dasar sebelum dilakukan kerja sama baru, sehingga pengelolaan aset daerah tersebut dapat berjalan secara optimal, akuntabel, dan transparan.
“Hal ini dinilai krusial sebelum dilakukan kerja sama baru, agar pengelolaan aset daerah tersebut dapat berjalan optimal dan transparan,” tegasnya.
Secara keseluruhan, proses seleksi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pimpinan yang kompeten, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi PT SPR.
Dengan kepemimpinan yang tepat, BUMD diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat peran strategisnya dalam perekonomian Provinsi Riau ke depan.
Sumber: TribunPekanbaru.com
