SMARTPEKANBARU.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, guna membekali mereka dengan pemahaman yang memadai terhadap peluang dan risiko pembiayaan digital yang berkembang pesat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, Agusman, dalam kuliah umum bertema “Pembiayaan Digital: Peluang, Tantangan, dan Prospek Masa Depan” yang digelar di Universitas Riau, Selasa.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 350 mahasiswa ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara OJK dan Universitas Riau yang berlaku untuk periode 2023–2028.
Dalam pemaparannya, Agusman menegaskan komitmen OJK untuk terus memperkuat pengaturan dan pengawasan industri pembiayaan digital agar dapat berkembang secara sehat, stabil, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, kemudahan pembiayaan digital yang serba cepat dan lintas wilayah membawa konsekuensi tersendiri, termasuk risiko penyalahgunaan data pribadi hingga potensi terjebak dalam pembiayaan ilegal.
“Pembiayaan digital atau penyediaan dana berbasis teknologi, mulai dari pengajuan hingga penyelesaian pembayaran, berlangsung sangat cepat. Namun, kemudahan ini tentu memiliki risiko yang perlu dipahami bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agusman menyampaikan bahwa pembiayaan digital memiliki prospek yang sangat besar ke depan apabila dimanfaatkan secara optimal. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, OJK telah menyiapkan berbagai regulasi dan roadmap, termasuk terkait pinjaman daring, namun tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama kalangan akademisi dan mahasiswa.
“Regulasi sudah kami siapkan secara detail, namun dukungan dari kampus dan mahasiswa sangat penting agar tidak ada yang menjadi korban,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi yang telah terjalin dengan OJK. Ia menilai sinergi antara dunia akademik dan regulator menjadi kunci dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Di kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi Riau, Triyoga Laksito, mengapresiasi kerja sama yang telah terbangun dengan Universitas Riau. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sektor jasa keuangan, khususnya di era digital.
“Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Riau serta mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Ke depan, OJK akan terus memperluas kolaborasi dengan dunia akademik dan berbagai pemangku kepentingan guna mencetak generasi muda yang literat keuangan dan adaptif terhadap transformasi digital, sehingga dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
