SMARTPEKANBARU.COM – Duka mendalam menyelimuti Provinsi Riau menyusul musibah tenggelamnya kapal pompong di sekitar Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak. Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban atas tragedi yang merenggut nyawa tersebut.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk melihat langsung proses pemulasaraan jenazah korban. Ia mengatakan, kehadirannya merupakan amanah langsung dari Plt Gubri yang memberikan perhatian kepada keluarga korban.
“Hari ini saya datang langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru mewakili Bapak Plt Gubernur Riau untuk melihat pemulasaraan jenazah, korban dari kapal tenggelam. Pak Plt Gubri menyampaikan bela sungkawa dari hati dan perhatian Beliau sepenuhnya,” ujarnya di Pekanbaru, Rabu (08/07/2026).
Dijelaskan, Plt Gubernur SF Hariyanto turut merasakan kesedihan yang dialami keluarga korban. Pemerintah Provinsi Riau berharap seluruh keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Bapak SF Hariyanto sebenarnya ingin datang langsung ke sini, tetapi ada agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu, Beliau juga menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tenggelamnya kapal pompong di sekitar Tanjung Buton ini,” jelasnya.
Diungkapkan, tragedi tersebut bukan hanya menjadi duka bagi keluarga korban, melainkan juga menjadi kesedihan seluruh masyarakat Riau. Tragedi kapal tenggelam ini diharapkan menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan keselamatan transportasi air.
“Musibah ini adalah duka kita bersama, duka seluruh masyarakat Riau. Sehingga, kami berpesan musibah ini juga dapat menjadi evaluasi bagi kita semua,” ungkapnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Pemerintah Provinsi Riau juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan, khususnya menggunakan transportasi sungai maupun laut. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Tim SAR gabungan, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses pencarian, evakuasi, hingga penanganan korban.
“Kepada masyarakat, tetap hati-hati dan selalu waspada saat melakukan bepergian. Kemudian, terima kasih kepada seluruh Tim SAR gabungan serta pihak-pihak terkait yang telah bergerak cepat dalam melakukan evakuasi dan semoga dalam pencarian ini kita selalu dalam lindungan Allah SWT,” tuturnya.
Sebagai informasi, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban tenggelamnya kapal pompong di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, yakni Desmon, dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke Puskesmas Sungai Apit sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Selain itu, dua korban lainnya masih dalam pencarian melalui penyisiran yang terus diperluas di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, dengan ditemukannya korban tersebut maka tim gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya.
“Satu korban tenggelamnya kapal pompong di Pelabuhan Tanjung Buton sudah berhasil ditemukan. Korban atas nama Desmon ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua korban lagi masih dalam pencarian,” katanya.
Setelah ditemukan, demikian Budi, jenazah korban kemudian langsung dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Sungai Apit untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga.
“Jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.
Untuk diketahui, musibah ini terjadi saat kapal pompong yang melakukan pemeriksaan draft survei di kapal MV HIMALA terseret arus kuat hingga masuk ke bawah kapal tongkang yang sedang bersandar dan akhirnya tenggelam. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Pekanbaru langsung mengerahkan 10 personel untuk melakukan operasi pencarian yang difokuskan di titik terakhir korban diduga berada (Last Known Position/LKP).(MC Riau/bib)
Sumber: mediacenter.riau.go.id
