SMARTPEKANBARU.COM – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Adwil Kemendagri), Safrizal menyampaikan bahwa diperlukan kerja sama dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, bahkan hingga kecamatan, tingkat desa dan para kader dalam upaya penanggulangan kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Safrizal mengungkapkan, TBC masih menjadi penyakit menular paling mematikan di dunia bahkan seringkali bersaing dengan HIV dan COVID-19.
Karena itu kata dia, tantangan terbesar hari ini bukan sekedar TBC biasa, melainkan munculnya varian TBC yang resisten terhadap obat-obatan standar (MDR-TB) serta masalah pendanaan.
“Seluruh unsur harus sama-sama bergerak untuk melaksanakan upaya penanggulangan TBC, mulai dari TNI, Polri, pemerintah pusat, pemda, hingga tingkat terkecil, dan semua pihak harus berkolaborasi,” katanya, dalam Rakorpusda penguatan komitmen dan aksi nyata dalam upaya penanggulangan TBC, disiarkan melalui YouTube Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Kamis (30/7/26).
Ditjen Bina Adwil Kemendagri menginginkan, penanganan TBC harus lebih sukses dari penanganan COVID-19 beberapa tahun lalu. Dengan demikian, menurutnya hal tersebut dapat terlaksana dengan baik jika adanya kolaborasi semua pihak.
“Kita harus yakin itu, kita harus tuntaskan target lewat kerja sama kita, ini tidak bisa dibebankan kepada Kemenkes saja, tapi semua pihak berperan aktif, mulai dari tingkat pusat hingga unit paling kecil, kalau mau sukses,” terang dia.
Safrizal menyebutkan, berdasarkan data Global TBC WHO, tahun 2024 penderita TBC Global 2023 sebanyak 10,8 juta orang, dan kematian akibat TBC tahun 2023 sebesar 1,25 juta orang. Sedangkan kasus TBC di Indonesia saat ini ada sekitar 1.090.000 kasus Tuberkulosis.
Oleh karena itu, dia menginginkan agar penanganan TBC ini segera dilakukan dengan kerja keras dan kerja sama semua pihak.
Sebab kata dia, keberhasilan eliminasi TBC memerlukan sinergi kebijakan, teknologi, pendanaan yang memadai dan perlindungan sosial bagi semua.
“Temukan, Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC menjadi upaya yang bisa kita lakukan bersama,” tutupnya.
Sumber: mediacenter.riau.go.id
