SMARTPEKANBARU.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus mendorong budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Upaya tersebut ditegaskan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” yang digelar di Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis (20/8/2026).
Kepala OJK Provinsi Riau Mohammad Fredly Nasution mengatakan, budaya menabung perlu dibangun sejak dini karena tidak hanya berkaitan dengan menyimpan uang, tetapi juga membentuk kebiasaan finansial yang sehat bagi generasi muda.
“Menabung mengajarkan kita untuk disiplin, merencanakan masa depan, serta menggunakan dan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, membangun budaya menabung sejak dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujar Fredly.
Program KEJAR menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di Riau. Dari total 1.733.643 pelajar, sebanyak 1.383.103 pelajar telah memiliki rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Sementara itu, sepanjang periode 1 Juli 2025 hingga 31 Juli 2026, pembukaan rekening melalui Program KEJAR mencapai 51.321 rekening dengan total nominal Rp65,57 miliar. Edukasi keuangan juga telah menjangkau lebih dari 14 ribu pelajar di Provinsi Riau.
Meski tingkat inklusi keuangan terus meningkat, Fredly menilai akses terhadap layanan keuangan harus diikuti dengan pemahaman yang baik agar pelajar mampu menggunakan produk keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Provinsi Riau tercatat sebesar 68,93 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 92,79 persen.
“Peningkatan literasi harus berjalan seiring dengan peningkatan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat,” kata Fredly.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan oleh OJK sendiri. Peran pemerintah daerah, industri perbankan, sekolah, guru, orang tua, hingga pelajar diperlukan untuk membangun ekosistem keuangan yang sehat.
Dalam kegiatan tersebut, OJK Riau juga menggelar Lomba Video Hari Indonesia Menabung 2026 yang menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menabung dan pengelolaan keuangan secara bijak.
Melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026, OJK Riau berharap budaya menabung dan pemahaman keuangan dapat semakin kuat di kalangan pelajar, sehingga generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelolanya dengan bijak untuk mempersiapkan masa depan.
