Perkuat Karakter Sadar Pajak Sejak Dini di Bidang Pendidikan
SMARTPEKANBARU.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP)
Riau gelar kegiatan Penandatanganan Berita Acara Implementasi Inklusi Kesadaran Pajak
Tingkat SMP Sederajat sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Tenaga Pendidik di Aula
Hang Tuah Lantai 4, Kanwil DJP Riau, Senin (14/9). Langkah strategis ini dilakukan sebagai
wujud komitmen DJP dalam membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-
nilai kesadaran berbangsa dan kesadaran perpajakan sejak dini.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil DJP Riau, YFR Hermiyana, jajaran pejabat
administrator dan pengawas Kanwil DJP Riau, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru,
Dr. H. Abdul Jamal, M.Pd., serta para Kepala Sekolah dan tenaga pendidik perwakilan
SMP/sederajat se-Kota Pekanbaru, baik negeri maupun swasta.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Riau, YFR Hermiyana menyampaikan bahwa
penanaman kesadaran pajak tidak cukup hanya dibangun saat seseorang telah menjadi wajib
pajak, melainkan harus ditanamkan sejak dini melalui institusi pendidikan yang memiliki peran
strategis membentuk karakter bangsa. Ia mengingatkan amanat UUD 1945 Pasal 31 Ayat (4)
tentang alokasi sekurang-kurangnya 20% anggaran APBN untuk pendidikan, yang nilainya
mencapai Rp757,8 Triliun pada APBN-P Tahun 2026 sebagai bukti investasi terbesar negara
bagi generasi penerus.
“Program Inklusi Kesadaran Pajak bukan ditujukan untuk menjadikan peserta didik sebagai
ahli perpajakan, melainkan bagaimana nilai-nilai kesadaran pajak dapat dikenalkan dan
diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran secara sederhana, kontekstual, dan sesuai usia
mereka. Anak-anak perlu memahami bahwa membayar pajak pada saatnya nanti adalah
bentuk gotong royong dan kontribusi nyata dalam membangun Indonesia,” ujar Kepala Kanwil
DJP Riau, YFR Hermiyana.
Sebagai bentuk implementasi konkret di lingkungan sekolah, materi inklusi kesadaran pajak
ini nantinya akan dimasukkan dan dikembangkan menjadi modul pembelajaran terintegrasi
pada salah satu mata pelajaran utama, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Melalui
penyisipan modul tersebut, nilai-nilai hak dan kewajiban warga negara, bela negara, serta
asas gotong royong dalam pembangunan nasional melalui pajak dapat dipahami secara
mendalam dan berkesinambungan oleh para siswa di ruang-ruang kelas.
Lebih lanjut ditegaskan bahwa prosesi penandatanganan berita acara ini bukan sekadar
kegiatan seremonial, melainkan pijakan awal dari kerja sama nyata yang berkelanjutan antara
otoritas perpajakan dan satuan pendidikan. Melalui bimbingan teknis yang diberikan kepada
para tenaga pendidik, para guru dibekali pemahaman materi perpajakan dan metode
pengintegrasian nilai-nilai kesadaran pajak ke dalam rencana pembelajaran di sekolah.Apresiasi tinggi disampaikan Kanwil DJP Riau kepada jajaran Dinas Pendidikan Kota
Pekanbaru serta pihak sekolah yang diwakili oleh para kepala sekolah dan tenaga pendidik
pun memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini. Sehingga kolaborasi ini diharapkan
mampu mempersiapkan para pelajar SMP masa kini menjadi generasi unggul berkarakter
jujur, berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab yang siap memimpin serta mewujudkan
Generasi Indonesia Emas 2045.
