SMARTPEKANBARU.COM – Jambore Remaja Bernegara Riau 2026 akan digelar pada 13–15 November 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar mengenai demokrasi, kepemimpinan, serta kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pengalaman langsung.
Jambore tersebut mengusung tema “Bekerja Sama dan Belajar Bersama” dan merupakan kegiatan lanjutan dari program Remaja Bernegara yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui sejumlah sesi di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Politisi NasDem Riau, Dedi Harianto Lubis, S.H., menjelaskan bahwa jambore ini menjadi kesempatan bagi seluruh alumni Remaja Bernegara untuk berkumpul, berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun kerja sama.
“Jambore ini nantinya akan menjadi sebuah wadah bagaimana seluruh remaja bernegara, seluruh alumni remaja bernegara ini bisa menunjukkan bagaimana bekerja sama dan bersama-sama bekerja,” jelas Dedi.

Menurut Dedi, pemahaman mengenai kebangsaan, demokrasi, dan politik perlu diberikan sejak usia remaja. Dengan begitu, generasi muda memiliki bekal untuk memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara ketika memasuki usia dewasa.
“Ketika di masa remaja ini mereka sudah diberikan informasi dan edukasi, pada saatnya nanti mereka sudah tidak kebingungan. Mereka sudah punya bahan, mereka sudah tahu harus melakukan apa dan bagaimana,” ungkapnya.
Ia mengatakan, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses demokrasi dan pemerintahan. Salah satunya melalui simulasi menjadi anggota DPRD, mulai dari mengikuti rapat, menjaring aspirasi masyarakat, hingga memahami proses pengambilan keputusan.
“Mereka mendapatkannya itu bukan teori, tapi memang mereka yang akan berpraktik,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta juga dilatih untuk berpikir kritis, berorganisasi, membangun jiwa kepemimpinan, serta menyatukan berbagai gagasan dalam kelompok.
Sementara itu, peserta Remaja Bernegara, Pasya Dwiandra Marja, mengatakan bahwa program tersebut memberikan banyak pengalaman baru, terutama dalam membangun komunikasi dan menjalin pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah di Riau.
Menurut Pasya, perbedaan latar belakang dan kondisi setiap daerah menjadi kesempatan untuk saling mengenal serta memahami keberagaman.
“Dari situ Pasya belajar kalau kita punya perbedaan yang dapat kita satukan. Melalui program Remaja Bernegara, kita bisa belajar menyatukan ide-ide dan bagaimana caranya membuat solusi untuk permasalahan yang ada,” jelasnya.
Pasya juga menilai literasi politik penting dipahami generasi muda sejak dini. Menurutnya, pemahaman politik dapat membantu remaja mengenali berbagai persoalan dan memahami proses pengambilan keputusan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Politik itu sebenarnya penting banget untuk kita pahami dari kecil. Karena kalau kita sudah besar dan masih tidak melek politik, itu bisa berbahaya untuk kita,” ungkap Pasya.
Selain itu, ia mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh berita yang belum jelas kebenarannya.
“Kita harus bisa memilah informasi mana yang benar dan mana yang palsu. Walaupun berbeda pendapat, kita tidak boleh terpecah. Justru kita harus bersatu, kita bikin forum, kita diskusi sebaik-baiknya bagaimana kita bisa mempersatukan perbedaan pendapat ini,” katanya.
Dalam pelaksanaan jambore nanti, peserta akan mengikuti berbagai aktivitas kelompok, permainan, interaksi bersama masyarakat, hingga tantangan yang bertujuan melatih kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Pasya menjelaskan, peserta juga akan diajak turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat dan mencari solusi terhadap permasalahan yang ditemukan.
“Kita langsung turun ke lapangan, kita langsung lihat kondisinya bagaimana, terus kita juga langsung menyelesaikan masalahnya di situ,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti jambore dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki gagasan, tetapi juga harus berani mengambil tindakan.
“Jadi mereka tidak hanya sekadar punya ide aja, mereka harus berani untuk bisa eksekusi dan mereka juga harus berani jadi aktor yang aktif di lapangan,” tambah Pasya.
Dedi berharap Jambore Remaja Bernegara Riau 2026 dapat memberikan dampak nyata bagi peserta dan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat membentuk kepedulian sosial serta tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan sekitar.
“Kegiatan Jambore Remaja Bernegara ini bukan kegiatan seremoni, karena memang jambore ini akan menjadi media, tempat mereka ditempa untuk menjadi seseorang yang memang bisa bekerja sama, bisa belajar bersama, dan bisa memberikan sesuatu untuk orang yang ada di sekitarnya,” tegasnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar dan tidak bersikap apatis terhadap perkembangan daerah.
“Yang pertama saya mengharapkan kepada seluruh generasi muda untuk peduli. Peduli dan mau tahu,” tutup Dedi.
Melalui Jambore Remaja Bernegara Riau 2026, generasi muda diharapkan mampu memahami demokrasi dan kehidupan bernegara, menghargai perbedaan, serta berani mengambil peran dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
