SMARTPEKANBARU.COM – Sebanyak 1.521 personel gabungan yang terdiri dari Polresta Pekanbaru, Brimob, TNI, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan aksi demo menolak relokasi warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di depan Gedung DPRD Riau, Senin (8/9/2025).
Diketahui, aksi demo dilakukan oleh Aliansi Mahasiwa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) bersama warga TNTN.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika mengungkap, pengerahan seribuan personel ini bertujuan untuk memastikan jalannya demo tetap kondusif.
“Kami menerjunkan 1.521 personel gabungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama aksi berlangsung,” ujar Kombes Jeki.
Ia bilang, pengamanan ini dilakukan secara profesional agar hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Dia merincikan, pengamanan dibagi menjadi tiga lapis.
Pertama, personel ditempatkan paling dekat dengan Kantor DPRD Riau, berfungsi sebagai titik utama pengamanan untuk mengamankan gedung dari kemungkinan gangguan fisik.
Lapis kedua berfungsi sebagai zona penyangga yang mengatur arus massa agar tidak mendekat secara agresif ke area lapis pertama, dan di zona ini juga dilakukan negosiasi awal jika terjadi ketegangan.
Sedangkan lapis ketiga merupakan zona terluar yang bertugas mengamankan akses jalan, mengontrol arus lalu lintas, sekaligus menjadi posko pengendalian dan cadangan pasukan.
“Pengamanan ini dilakukan secara humanis dan tegas sesuai prosedur. Kami berharap peserta demo dapat menyampaikan pendapatnya dengan aman dan damai,” tutup Kapolresta.
Dalam aksi ini, massa juga meminta tim Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH), untuk keluar dari TNTN.
Terkait aksi demo, rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan.
Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio BW Wicaksana menuturkan, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi.
Rekayasa ini bersifat situasional, tergantung kondisi di lapangan.
Ia menyebut, pengalihan arus ini juga bertujuan untuk memastikan kelancaran jalur vital, termasuk untuk ambulans, kendaraan objek vital, serta distribusi sembako dan BBM.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami imbau masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Adapun beberapa skema pengalihan yang akan diterapkan oleh petugas, pertama jika massa memenuhi Jalan Jenderal Sudirman, arus lalu lintas dari arah pusat kota akan dialihkan menuju Jalan Mekar Sari, lalu ke Jalan Wonosari, sebelum kembali ke Jalan Jenderal Sudirman arah selatan.
Kemudian jika flyover Simpang Jalan Harapan Raya ditutup, ada beberapa alternatif yang bisa dilalui.
Alternatif pertama, kendaraan dari Jembatan Siak IV menuju bandara akan diarahkan ke Jalan Harapan Raya terus ke Jalan Surabaya, Jalan Wonosari, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Alternatif kedua, rute lainnya adalah melalui Jalan Harapan Raya ke Jalan Lumba-lumba, Jalan Cemara, Jalan Rawamangun, Jalan Parit Indah, dan Jalan Jenderal Sudirman.
Sementara itu, pilihan ketiga adalah melewati Jalan Harapan Raya, Jalan Kelapa Sawit, Jalan Rawamangun, Jalan Parit Indah, dan kembali ke Jalan Jenderal Sudirman.
Selain itu, jika Simpang Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Arifin Ahmad ditutup, arus dari persimpangan tugu adipura akan dialihkan menuju Jalan Arifin Ahmad, kemudian ke Jalan Paus/Jalan Soekarno Hatta, lalu ke Jalan Tambusai.
Sementara jika flyover di depan Hotel Premier ditutup, kendaraan dari Jembatan Siak IV menuju bandara akan dialihkan ke Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sultan Syarif Qasim – Jalan Diponegoro.
Sebagai alternatif lain, pengendara bisa melalui Jalan Tambusai lalu ke Jalan Soekarno Hatta.
Tak hanya itu, Satlantas juga telah menyiapkan dua kantong parkir bagi peserta aksi, yaitu di Lapangan MTQ dan Halaman Taman Budaya.
Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga keselamatan, dan mencari jalur alternatif lain jika diperlukan, karena petugas di lapangan akan siap memberikan bantuan dan arahan.
Sumber : Kompas.com
