SMARTPEKANBARU.COM- Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan inisiatif untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini digulirkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025.
“Ini bukan bagi-bagi uang, tidak ada uang yang dibagi-bagi, tidak ada,” ujar Zulhas usai mengikuti Forum Diskusi Terarah (FGD) tertutup bersama Redaksi Harian Kompas, Rabu (16/7/2025).
Ia menambahkan, dalam upayanya untuk dapat memberdayakan ekonomi masyarakat desa, pertama-tama koperasi ini akan dibentuk.
Kemudian, koperasi akan dipilihkan usaha yang dapat berjalan di wilayahnya.
“Yang kira-kira bisa jalan dan bisa menguntungkan mereka,” imbuh dia.
Pria yang karib disapa Zulhas itu bilang, setelah terbentuk, pemerintah juga akan menjalankan fungsi pembimbingan melalui satuan tugas (satgas) di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten.
“Perlu dibimbing, mungkin 1 sampai 3 tahun,” ucap Zulhas.
Lebih lanjut ia bilang, keberadaan Kopdes Merah Putih ini akan memangkas jalur distribusi yang panjang dari pusat, pabrik, dan desa.
Adapun beberapa potensi bisnis yang dapat dijalankan oleh Kopdes Merah Putih misalnya adalah agen penyalur pupuk, agen penyalur LPG, gerai sembako, agen perbankan BUMN, hingga layanan logistik Pos.
Kehadiran agen perbankan seperti BRIlink di dalam Kopdes Merah Putih diharapkan mampu mendekatkan masyarakat desa dengan perbankan.
Kopdes Merah Putih juga bisa menjadi penyalur bantuan pemerintah, menyerap gabah milik petani, dan menjadi apotek obat murah.
“Ada klinik yang nanti dipersiapkan oleh Kemenkes agar desa itu sakit yang sederhana itu tidak usah jauh ke kota,” ujar dia
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto batal meresmikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang semula dijadwalkan pada 19 Juli 2025 di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Peluncuran Kopdes Merah Putih diundur dan rencananya digelar pada 21 Juli 2025 mendatang.
Zulhas bilang, tanggal 21 jatuh pada hari Senin, sehingga seluruh Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Desa (Kades), dan pengurus Kopdes dapat hadir.
Kehadiran pejabat provinsi hingga perangkat desa dinilai perlu agar mendapat arahan langsung dari Prabowo Subianto.
“Tanggal 19 itu kan hari Sabtu, ya. Nah, kita ingin penjelasan Presiden itu bisa diketahui, diikuti oleh semua pihak agar nggak dua kali kita kerja, kan, baik gubernur maupun Bupati, Walikota, Kepala Desa, BPD, dan pendamping desa,” ujar Zulhas usai rapat koordinator (rakortas) persiapan peluncuran Kopdes Merah Putih di gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2025).
Sumber : Kompas.com
