SMARTPEKANBARU.COM – Beberapa kampung di kecamatan Koto Gasib dan Bungaraya, kabupaten Siak, Riau kembali dilanda banjir. Berdasarkan laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Siak, Kamis (23/10/2025), tercatat sedikitnya 803 orang terdampak bencana banjir tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Siak, Novendra Kasmara, menjelaskan banjir di Kecamatan Koto Gasib menjadi yang paling parah dengan total 544 orang terdampak. Sementara di Kecamatan Bungaraya terdapat 259 orang warga yang ikut merasakan dampak genangan air.
“Sebagian warga di dua kecamatan tersebut sudah mengungsi ke tenda-tenda darurat,” ujarnya.
Petugas BPBD juga sudah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan pemantauan langsung ke lokasi.
Di Kecamatan Koto Gasib, banjir merendam empat kampung, yaitu Dusun Suka Makmur, Dusun Suka Damai, Dusun Suka Maju di Kampung Rantaupanjang, serta Kampung Sengkemang. Sebanyak 127 rumah dan 10 hektare kebun warga ikut terdampak dengan ketinggian air mencapai 50–60 sentimeter. Di antara yang terdampak di wilayah ini terdapat 35 anak Balita.
Sementara di Kecamatan Bungaraya, genangan air melanda beberapa titik di Kampung Tuah Indrapura, meliputi RT 1 hingga RT 4 di sejumlah RW. Meskipun belum ada rumah yang dilaporkan rusak, air dengan ketinggian 40–60 sentimeter membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
BPBD Siak bersama aparat kecamatan dan tim relawan terus melakukan pemantauan serta penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak. Tim gabungan juga telah menyiagakan peralatan evakuasi, terutama di wilayah yang rawan peningkatan debit air.
“Kami masih terus memantau kondisi di lapangan. Hingga malam ini, cuaca di wilayah Siak relatif cerah, tidak ada hujan. Namun, kewaspadaan tetap kami jaga,” ujar Novendra.
Banjir yang kerap melanda wilayah Koto Gasib dan Bungaraya ini akibat curah hujan tinggi yang membuat air sungai meluap. Sementara kondisi drainase banyak tersumbat dan lahan rendah di sekitar permukiman warga.
BPBD Siak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air. Call center darurat dapat dihubungi melalui 0812-7643-387 atau email bpbdsiakkab@gmail.com.
Sumber ; Tribunpekanbaru.com
