SMARTPEKANBARU.COM – Baru 6 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pelalawan yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
SLHS menjadi sorotan secara nasional setelah fenomena keracunan terjadi di berbagai daerah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk daerah-daerah di Provinsi Riau.
“Ada 12 dapur MBG yang telah mengajukan permohonan SLHS ke kami. Sampai sekarang baru enam yang sudah diproses dan terbit sertifikatnya,” ujar Kepala Diskes Pelalawan, Asril M.Kes kepada tribunpekanbaru.com, Senin (20/10/2025).
Sebenarnya, kata Asril, setiap SPPG belum boleh beroperasi apabila belum memiliki sertifikat ini.
Artinya, sebelum dapur MBG memulai pekerjaannya memasak dan menyediakan makan bergizi ke sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat program ini.
Sebelum menerbitkan sertifikat laik higiene, tim dari Diskes Pelalawan melakukan peninjauan dan memberikan pelatihan bagi petugas penjamah makanan di dapur MBG yang mengajukan permohonan.
Setelah pelatihan dan dinyatakan lolos, barulah sertifikat itu diberikan kepada pengelola.
“Sedangkan enam SPPG lagi masih dalam proses. Kewenangan kita hanya sertifikat itu saja,” pungkas Asril.
Untuk memperoleh SLHS, SPPG dapat mengajukan permohonan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota atau instansi yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.
Permohonan dengan melampirkan dokumen persyaratan berupa surat permohonan, dokumen penetapan SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN), denah/layout dapur, serta bukti penjamah pangan sudah bersertifikat kursus keamanan pangan siap saji.
Sebelum menerbitkan sertifikat, dinas kesehatan kabupaten/kota bersama puskesmas melakukan verifikasi dokumen persyaratan dan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).
Selain itu, SPPG harus melampirkan hasil pemeriksaan sampel pangan yang memenuhi syarat kelayakan konsumsi dari laboratorium.
Sumber : Tribunpekanbaru.com
