SMARTPEKANBARU.COM – Dinas Kesehatan Kampar menyatakan tak ada lonjakan kasus penyakit campak.
Adapun temuan kasus campak di Kabupaten Kampar disebut penyebaran dari Pekanbaru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kampar, Elfian mengatakan, kasus campak sempat meningkat pada September 2025.
“Ada kasus, tapi adanya di September. Oktober ini aman,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (27/10/2025).
Menurut dia, penyakit menular yang dijumpai di Kampar itu merupakan dampak penyebaran dari Pekanbaru.
Asumsi tersebut berdasarkan sebaran tempat tinggal masyarakat penderita.
“Kasusnya impor dari Pekanbaru. Kita dapat lihat dari data, warga yang terkonfirmasi, tempat tinggalnya dekat Pekanbaru,” ungkapnya.
Pendapat itu juga diperkuat data jumlah kasus di Pekanbaru. Ia mengatakan, jumlah kasus di Pekanbaru memang cukup tinggi.
Ia mencontohkan sebaran kasus antara lain di Kecamatan Tambang, Siak Hulu, dan Tapung.
Beberapa desa di ketigakecamatan itu berbatasan langsung dengan Pekanbaru.
Pihaknya mencatat sebanyak 73 kasus suspek campak terjadi sejak Januari sampai Oktober 2025. Sebanyak 18 kasus di antaranya terkonfirmasi positif.
Data yang diterima dari Bustami, seorang staf di Bidang P2P, menunjukkan Kasus-kasus tersebut tersebar di empat puskesmas.
Terdiri dari Puskesmas Tambang 11 kasus, Puskesmas Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu empat kasus, Puskesmas Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu dua kasus, dan Puskesmas Tapung satu kasus.
“Semua dekat Pekanbaru. Yang di Tambang, Siak Hulu, termasuk Tapung juga, itu yang dekat Pekanbaru,” ujarnya.
Menurut dia, wilayah penyebaran itu memiliki mobilitas penduduk yang tinggi. Sementara cakupan imunisasi Campak Rubela belum optimal.
Campak atau measles adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus measles. Penyakit ini termasuk sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan air liur (droplet)
saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Tingkat penularannya sangat tinggi: bila ada 10 orang yang belum pernah divaksin campak dan terpapar penderita, maka 9 di antaranya hampir pasti tertular.
Gejala Campak yang Harus Diketahui:
Gejala awal (1–4 hari):
- Demam tinggi mendadak
- Pilek dan batuk kering
- Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- Tubuh lemas dan tidak nafsu makan
Tanda khas:
- Koplik spot, yaitu bercak putih kecil di dalam mulut bagian dalam, biasanya di pipi.
- Muncul sebelum ruam, tanda ini sering membantu dokter menegakkan diagnosis.
Gejala lanjutan:
- Ruam kemerahan muncul mulai dari wajah, leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.
- Demam biasanya semakin tinggi saat ruam keluar.
Masa menular:
Penderita bisa menularkan 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam keluar.
Sumber : TribunPekanbaru.com
