SMARTPEKANBARU.COM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kampar mengungkap pasokan bahan makanan anjlok pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sekretaris DKP Kampar, Desrial Anas mengatakan, penurunan jumlah pasokan masih berlangsung hingga Senin (1/12/2025).
Akibatnya harga meroket.
“Jumlah pasokan bahan makanan jauh turun. Sampai sekarang belum kembali normal,” ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com.
Ia mengakui belum ada upaya untuk mengatasi anjloknya pasokan.
Kendati begitu, pihaknya sudah mulai menggelar gerakan pangan murah.
Gerakan tersebut menyediakan bahan makanan yang lebih murah dari pasaran. Sehingga harga terjangkau daya beli masyarakat.
“Sejauh ini kita masih upayakan dengan pangan murah,” katanya. Gerakan pangan murah akan digelar di beberapa titik.
Sudah Dimulai Sejak Oktober
Menurut dia, gerakan pangan murah sebenarnya sudah dimulai sejak Oktober lalu. Berlanjut hingga 10 Desember 2025.
Pasar pangan murah menjual di antaranya cabai merah, minyak goreng dan telur. Barang yang dijual berasal dari pasokan lokal.
Ia mengatakan, pasokan dari provinsi tetangga masih sulit didapatkan. Selain karena pasokan terbatas, harganya juga sangat tinggi.
Ia menyebutkan, cabai merah dari Sumatera Barat tembus antara Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram.
“Cabai merah yang kita beli dari petani lokal saja (untuk pasar murah), sudah 98 ribu (per kilogram),” ujarnya mencontohkan.
sumber ; tribunpekanbaru.com
