SMARTPEKANBARU.COM – Relokasi warga yang tinggal di kawasan inti Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kabupaten Pelalawan Riau dijadwalkan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2025.
Ada 394 Kepala Keluarga (KK) yang akan dipindahkan dari kawasan inti TNTN.
“Kami tahu ada resistensi dari masyarakat namun dengan pendekatan persuasif selama 5 bulan terakhir, Insya Allah paling lambat pertengahan Desember kita akan mulai merelokasi temen-temen yang ada terutama di 31.000 hektar di kawasan inti,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau TN Tesso Nilo pada Jumat (28/11/2025), dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (29/11/2025).
Raja Juli Antono meyakini proses relokasi akan berjalan dengan damai.
“Seiiring juga kita akan cari lahan pengganti. Insya Allah mereka juga akan dengan damai kita pindah ke tempat yang memang akan dilegalkan untuk mereka, tapi sekali lagi bukan di Taman Nasional yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai rumah bagi Gajah Sumatera yang memang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Raja Juli melanjutkan.
Selain itu, Kementerian Kehutanan juga akan melakukan restorasi TN Tesso Nilo.
Ia menyebut restorasi akan fokus dilakukan dengan luasan 31.000 hektar, yang nantinya akan berkembang menjadi 80.000 hektar.
“Insya Allah sesegera mungkin, Pak Wamen (Wamenhut Rohmat Marzuki) kemarin 3 minggu yang lalu sudah memulai proses restorasi di kawasan Tesso Nilo, rencananya 511 hektar.
Saya juga Insya Allah sudah ada komitmen 7.000-an hektar lagi yang akan ditanam. Insya Allah di areal 31.000 ini dulu yang kita restorasi jadi fokus utama, nanti pelan-pelan bisa ke 80.000 hektar Taman Nasional seperti yang ada di SK (Surat Keputusan) terakhir,” paparnya.
Raja Juli juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk mengembalikan Tesso Nilo sebagai habitat Gajah Sumatera.
“5-6 bulan terakhir kami telah bekerja keras mengambil alih Tesso Nilo untuk diperbaiki habitatnya.
Alhamdulillah dengan kejadian terakhir (penghancuran posko pengamanan), dukungan dan simpati publik terutama di medsos, tagar #SaveTessoNilo membuat kami tambah yakin dan tambah semangat mengamankan habitat Gajah Domang dan saudara-saudaranya,” ucapnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
