SMARTPEKANBARU.COM – Seluruh perangkat desa di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali gigit jari lantaran gaji selama tiga bulan di tahun 2025 belum juga cair.
Jadwalnya, pelunasan gaji perangkat desa tuntas pada 5 Januari.
“Namun dana transfer provinsi belum masuk, hal itu menjadi penyebab belum tuntasnya gaji perangkat desa yang tinggal tiga bulan lagi pada 2025,” ujar Plt Dinas Sosial dan PMD, Dody Fitrawan, Rabu (7/1/2025).
Dody menjelaskan, untuk pembayaran tiga bulan gaji perangkat desa selama tiga bulan itu membutuhkan dana sebesar Rp21,7 miliar lebih.
Usulan anggaran tersebut juga telah diajukan ke BPKAD.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak BKAD terkait gaji perangkat desa ini. Kami minta perangkat desa untuk bersabar,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Kuansing, Suhardiman Amby mengakui masalah utang tunda bayar 2024 masih menghantui Kabupaten Kuansing di 2026.
Meskipun sebagian besar utang tersebut diselesaikan pada 2025, namun masih ada sisa utang yang menjadi beban di 2026.
Pada 2025, Pemkab Kuansing menuntaskan Rp 156 miliar dari Rp 198 miliar tunda bayar di 2024.
Artinya, ada sekitar Rp 42 miliar lagi utang 2024 yang menjadi beban di tahun 2026.
“Jika semua dana transfer masuk pada akhir Desember 2025 kemarin, kita tidak ada utang lagi,” ujar Suhardiman Amby, Selasa (6/1/2025).
Tunggu Dana dari Pemprov
Suhardiman Amby menjelaskan, tersendatnya pelunasan ini disebabkan oleh belum cairnya sejumlah transfer dana dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Masih ada dana sekitar Rp 72 miliar yang merupakan sisa tunda salur dari pusat yang belum ditransfer karena belum ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK),” jelas Suhardiman.
Selain itu, Pemkab Kuansing juga masih menunggu transfer dari Pemprov Riau sekitar Rp 20 miliar dan Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp 16 miliar.
Kondisi ini membuat keuangan daerah belum sepenuhnya stabil.
Bahkan, beberapa kewajiban pemerintah daerah di tahun 2026 belum dapat direalisasikan, seperti pembayaran gaji untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.
“Kita targetkan seluruh dana transfer segera dicairkan agar pelunasan tunda bayar dapat dituntaskan dan program-program prioritas tidak terganggu,” ujarnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
