SMARTPEKANBARU.COM – Capaian membanggakan ditorehkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sepanjang tahun anggaran 2025–2026. Meski dihadapkan pada dinamika ekonomi global dan keterbatasan fiskal, sejumlah indikator makro pembangunan di Bumi Lancang Kuning justru menunjukkan performa yang melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Riau pada tahun 2025 bertengger di angka 4,79 persen. Persentase ini secara signifikan melampaui proyeksi awal yang hanya dipasang pada rentang 3,9 hingga 4,23 persen.
“Di tengah keterbatasan 2025, Alhamdulillah beberapa indikator justru melampaui target yang kita tetapkan dalam RPJMD tahun 2025 pertama. Pertumbuhan ekonomi kita ditargetkan 3,9% sampai 4,23%, realisasinya mencapai 4,79% dengan kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 5,08%,” katanya di Gedung Pauh Janggi Pekanbaru, Jumat (20/02/2026).
Prestasi ini mempertegas peran vital Riau sebagai salah satu pilar utama ekonomi Indonesia. Dengan sumbangsih sebesar 5,08 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Riau membuktikan kapasitasnya sebagai daerah yang sangat produktif dalam pengelolaan sumber daya alam.
Namun, SF Hariyanto memberikan catatan kritis bahwa struktur ekonomi Riau saat ini masih sangat bergantung pada sektor hulu dan penjualan komoditas mentah ke pasar luar negeri. Kondisi ini dipandang sebagai tantangan yang menuntut percepatan agenda hilirisasi industri.
“Namun, kita juga jujur pertumbuhan ini masih didominasi sektor primer dan ekspor komoditas. Hilirisasi dan penciptaan nilai tambah masih menjadi pekerjaan rumah besar kita,” jelasnya.
Menatap masa depan, Pemprov Riau berkomitmen menggeser fokus pada penguatan industri pengolahan serta peningkatan investasi sektor hilir. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengubah posisi Riau dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi pusat produk bernilai tambah tinggi yang dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Kabar baik juga datang dari sektor ekosistem. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Riau tercatat menyentuh angka 74,82 persen pada pengujung 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar 71,85 persen.
Keberhasilan di bidang lingkungan ini dipicu oleh penurunan drastis luas lahan yang terbakar serta implementasi nyata dari komitmen pembangunan rendah karbon. Sinergi lintas sektoral dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbukti efektif menekan angka kerusakan lingkungan.
Sejalan dengan itu, transisi menuju pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada reduksi emisi terus digalakkan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Riau berupaya menjaga harmonisasi antara akselerasi ekonomi dan proteksi alam.
“Kemudian, indeks kualitas lingkungan hidup ditargetkan 71,85%, realisasinya 74,82%. Luas lahan terbakar menurun, komitmen pembangunan rendah karbon mulai berjalan,” ungkapnya.
Tidak hanya soal infrastruktur dan alam, sisi kualitas sumber daya manusia turut mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau naik 0,64 poin menjadi 76,31 persen, melampaui target kenaikan RPJMD yang berada di angka 0,57 poin.
“Selanjutnya, indeks pembangunan manusia (IPM) meningkat menjadi 76,31%, naik 0,64 poin melampaui target RPJMD sebesar 0,57 poin. Ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat membaik dan akses pendidikan semakin merata.” pungkasnya.
Sumber: Media Center Riau
