SMARTPEKANBARU.COM – Kalangan DPRD Pekanbaru mengingatkan para pemudik, khususnya yang menggunakan layanan bus maupun travel, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim mudik berlangsung. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi risiko yang kerap muncul, terutama menjelang perayaan Idulfitri.
Para wakil rakyat menekankan pentingnya memilih moda transportasi umum yang resmi dan memiliki izin operasional yang jelas, seperti bus antarkota maupun jasa travel berizin. Hal ini dinilai krusial untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penipuan yang sering menyasar masyarakat pada momen mudik.
Anggota DPRD Pekanbaru, Rois SAg, mengungkapkan bahwa keberadaan travel ilegal masih menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahunnya. Ia tidak menampik bahwa pada periode mudik Idulfitri, praktik-praktik tidak resmi tersebut cenderung meningkat. Bahkan, pelaku kerap memanfaatkan jasa calo untuk menarik calon penumpang dengan menawarkan tarif yang jauh lebih murah dibandingkan harga normal.
Modus seperti ini umumnya menyasar masyarakat yang ingin pulang kampung dengan biaya hemat, sehingga lebih mudah tergiur oleh penawaran yang tampak menguntungkan. Padahal, di balik harga murah tersebut, terdapat potensi penipuan maupun risiko keselamatan yang tidak bisa diabaikan.
“Yang kita wanti-wanti itu fiktif. Tiap tahun ada aja korbannya. Makanya kita mengingatkan pemudik, agar lebih berhati-hati. Pastikan menggunakan operator resmi. Hindari naik di jalan,” saran Rois kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (17/3/2026).
Selain aspek penipuan, penggunaan transportasi resmi juga dinilai memberikan jaminan keselamatan yang lebih baik. Hal ini karena armada yang beroperasi secara legal umumnya telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan serta melalui uji kelaikan kendaraan secara berkala.
Rois juga mengingatkan masyarakat yang memesan tiket secara daring agar lebih teliti dalam memeriksa rekam jejak atau kredibilitas perusahaan otobus yang dipilih. Ia menegaskan agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh harga murah tanpa memastikan kejelasan dan legalitas penyedia jasa tersebut.
“Kalau pesan tiket via internet, harus dilihat betul track record perusahaan Oto-nya. Jangan mudah teegiur, meski harganya murah,” sebutnya lagi.
Lebih lanjut, politisi dari PKS ini turut mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik transportasi ilegal. Ia meminta agar dilakukan razia secara rutin terhadap travel gelap maupun angkutan tidak berizin lainnya, terutama di titik-titik strategis seperti pintu masuk kota.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran yang dapat merugikan pemudik, baik dari segi finansial maupun keselamatan selama perjalanan.
Sumber: TribunPekanbaru.com
