SMARTPEKANBARU.COM — Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) memperkuat kolaborasi strategis dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk mengakselerasi penurunan angka stunting dan meningkatkan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Sinergi ini difokuskan pada penguatan kapasitas layanan dasar di tingkat desa hingga puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, S.Kep, MH, menggelar audiensi bersama manajemen PT RAPP pada Selasa (10/03/2026) untuk mengevaluasi capaian program tahun lalu serta memantapkan rencana aksi tahun 2026. Hingga 2025, kemitraan ini tercatat telah menjangkau 320 posyandu di 138 desa yang tersebar di lima kabupaten, yakni Pelalawan, Siak, Kampar, Kuansing, dan Kepulauan Meranti.
“Fokus utama kita di tahun 2026 adalah menurunkan prevalensi stunting sebesar 4,70 persen. Intervensi akan diarahkan secara spesifik ke 34 desa lokus stunting yang angka prevalensinya masih di atas 10 persen berdasarkan data E-PPGBM,” ujar Zulkifli.
Selain penanganan stunting, program ini juga memperkuat Standar Pelayanan Minimal (SPM) KIA. Di Kabupaten Siak misalnya, kolaborasi telah menjalin kemitraan dengan 5 Puskesmas untuk meningkatkan kualitas layanan pemeriksaan kehamilan (ANC) serta penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Sebanyak 25 tenaga kesehatan telah mendapatkan pelatihan intensif guna memastikan layanan ibu bersalin sesuai standar profesional.
Keberhasilan target ambisius ini diharapkan bertumpu pada komitmen multi-pihak. Pemerintah desa didorong mengalokasikan anggaran kesehatan, sementara pihak swasta mendukung melalui pendanaan, media edukasi, dan pendampingan monitoring. Dengan integrasi data yang akurat, Provinsi Riau optimis dapat menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas stunting.
Sumber : Dinkes Riau
