SMARTPEKANBARU.COM – Kondisi sistem drainase di Kota Pekanbaru saat ini dinilai sudah berada pada tahap yang cukup mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan yang serius serta menyeluruh.
Permasalahan ini tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan pembenahan yang komprehensif agar fungsi drainase sebagai pengendali aliran air dapat kembali optimal, terutama dalam menghadapi intensitas hujan yang tinggi.
Di sisi lain, program Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang tengah memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembenahan drainase.
Hal ini menjadi penting karena kualitas jalan yang baik tidak akan bertahan lama apabila sistem drainase di sekitarnya masih bermasalah. Tanpa adanya pengelolaan drainase yang memadai, air yang tergenang berpotensi merusak konstruksi jalan dalam waktu relatif singkat, sehingga anggaran perbaikan yang telah dikeluarkan menjadi kurang efektif.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, mendesak Pemko agar segera menjadikan pembenahan sistem drainase sebagai prioritas utama, khususnya setelah perayaan Idulfitri tahun ini.
Ia menilai bahwa momentum pasca-Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk mulai melakukan percepatan perbaikan infrastruktur dasar yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat.
“Kita tahu, permasalahan drainase masih menjadi persoalan klasik, yang belum tertangani secara maksimal. Kondisi saluran air yang tersumbat, sedimentasi, serta kurangnya perawatan rutin disebut sebagai faktor utama yang memperparah genangan saat hujan turun,” kata Nurul Ikhsan, Senin (30/3/2026) kepada Tribunpekanbaru.com.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa berbagai persoalan yang terjadi pada drainase, seperti penyumbatan akibat sampah, pendangkalan karena sedimentasi, serta minimnya kegiatan pemeliharaan rutin, telah menyebabkan fungsi saluran air menjadi tidak optimal.
Kondisi ini pada akhirnya memicu terjadinya genangan bahkan banjir di sejumlah wilayah ketika curah hujan meningkat, yang tentu saja mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa momen setelah Lebaran seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah untuk mempercepat langkah pembenahan tersebut.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah melakukan pemetaan ulang terhadap wilayah-wilayah yang selama ini sering terdampak banjir. Dengan pemetaan yang lebih akurat dan berbasis data, diharapkan penanganan yang dilakukan dapat lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.
Selain itu, Nurul Ikhsan turut mendorong adanya peningkatan koordinasi dan kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta pihak kecamatan dan instansi terkait lainnya.
Sinergi lintas sektor ini dinilai krusial agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal dan tidak tumpang tindih.
“Yang diinginkan masyarakat saat ini, apalagi yang terdampak banjir, adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini secara berkelanjutan, bukan hanya penanganan sementara,” paparnya.
Lebih jauh, ia juga menyarankan agar Pemko Pekanbaru mulai menyusun program jangka panjang yang terencana dengan baik dalam upaya pembenahan drainase.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan solusi permanen sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu oleh genangan air, terutama saat musim hujan tiba. Dengan adanya perencanaan jangka panjang, penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif.
“Melanjutkan program perbaikan jalan itu bagus dan dinantikan masyarakat juga. Tapi parit juga harus prioritas,” pintanya.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribunpekanbaru.com di lapangan, masih terdapat sejumlah titik di Kota Pekanbaru yang mengalami banjir cukup parah dan belum mendapatkan penanganan optimal.
Beberapa di antaranya berada di kawasan Simpang Tabek Gadang, Simpang Garuda di Jalan Subrantas, depan Awal Bros Sudirman, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sudirman, wilayah Sukajadi, Jalan Paus, serta sejumlah titik lainnya di kawasan Rumbai.
Kondisi ini semakin mempertegas urgensi pembenahan sistem drainase secara menyeluruh di Kota Pekanbaru.
Sumber: TribunPekanbaru.com
