SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – RSUD Arifin Achmad kembali mencatatkan prestasi medis gemilang dalam menangani kasus kompleks yang sangat jarang ditemui di dunia. Tim dokter multidisiplin berhasil melakukan tindakan rekonstruksi terhadap seorang pasien perempuan berusia 27 tahun yang mengalami kondisi menouria, yakni siklus menstruasi yang tidak berlangsung melalui jalur normal melainkan keluar melalui saluran kemih. Keberhasilan ini mempertegas posisi RSUD Arifin Achmad sebagai pusat rujukan medis dengan kompetensi tingkat tinggi di Provinsi Riau, Jumat (24/4/2026).
Kondisi pasien ditandai dengan perubahan warna urin menjadi kemerahan secara berkala setiap bulan mengikuti pola siklus haid. Tim ahli yang terdiri dari dr. Muhammad Adan Yashar, Sp.U (Divisi Urologi) dan Dr. dr. Edy Fakhrizal, Sp.OG (Divisi Uroginekologi) menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat adanya hubungan tidak normal antara rahim dan kandung kemih, serta belum terbentuknya saluran reproduksi secara sempurna sejak dalam kandungan. Berdasarkan laporan ilmiah global, kasus medis serupa baru tercatat sebanyak 37 kasus di seluruh dunia.
Penanganan kasus langka ini dilakukan melalui kolaborasi intensif setelah pasien menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam, mulai dari USG hingga MRI. Tim medis juga melibatkan dr. Parsaoran Nababan, Sp.U(K) dari Pontianak yang memiliki pengalaman khusus dalam menangani anomali saluran kemih. Selain kondisi bawaan sejak lahir, tantangan dalam operasi ini juga dipengaruhi oleh riwayat cedera saluran kemih yang dialami pasien akibat kecelakaan masa lalu, sehingga memerlukan ketelitian ekstra dalam prosedur pembedahan.
Dalam tindakan rekonstruksi tersebut, tim urologi fokus pada perbaikan hubungan antara rahim dan kandung kemih serta memulihkan fungsi jalur kemih agar kembali normal. Di saat yang sama, tim uroginekologi melakukan prosedur pembentukan saluran reproduksi baru agar proses menstruasi pasien dapat berlangsung melalui jalur yang semestinya. Seluruh prosedur berjalan lancar dengan dukungan penuh tim anestesi guna memastikan keamanan dan kenyamanan pasien selama operasi berlangsung.
Pasca-tindakan tahap awal, pasien dilaporkan menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan kini telah dapat mengalami siklus menstruasi secara normal melalui saluran yang baru dibentuk. Keberhasilan ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membuka peluang bagi pasien untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, termasuk peluang untuk berkeluarga di masa depan. Tim dokter pun telah merencanakan tindakan lanjutan untuk menyempurnakan fungsi organ terkait selama masa pemulihan.
Pihak RSUD Arifin Achmad mengimbau masyarakat agar tidak ragu berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika menemui keluhan atau kelainan terkait siklus menstruasi sejak dini. Keberhasilan penanganan kasus ke-38 di dunia ini diharapkan menjadi kontribusi penting bagi pengembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang uroginekologi rekonstruksi. Komitmen RSUD dalam menyediakan tenaga medis kompeten dan teknologi memadai terbukti mampu memberikan solusi bagi kondisi kesehatan paling kompleks sekalipun.
Sumber : Media Center Riau
