SMARTPEKANBARU.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, menghadiri acara peluncuran koleksi jilbab bertajuk “The Colours of Pekanbaru”. Kegiatan tersebut ditaja oleh para pelaku ekonomi kreatif fesyen wanita di offline store resmi merek modest fashion lokal di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, pada Minggu (26/7/2026) sore.
Toko fisik tersebut didirikan sebagai bentuk komitmen dalam melayani para pencinta fesyen muslim, khususnya di wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Pada momen istimewa ini, diluncurkan produk scarf terbaru yang memadukan kreativitas busana, identitas budaya, serta kecintaan terhadap warisan daerah Riau.
Koleksi scarf tersebut menghadirkan beragam motif ikonik yang menjadi ciri khas Riau dan Pekanbaru. Desainnya memadukan ilustrasi landmark ternama seperti Jembatan Siak, Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, Tugu Ikan Selais, elemen flora seperti anggrek hutan dan bunga hibiscus, hingga bingkai ornamen motif Songket Tenun Siku Awan.
Plt Ketua Dekranasda Riau, Adrias Hariyanto, menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi inisiatif para perempuan Riau yang berani mengangkat ikon lokal ke dalam produk fesyen modern. Ia menilai langkah ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam menonjolkan produk lokal dan warisan budaya melalui kreativitas anak bangsa.
“Saya bangga sekali dengan adanya ide dan kreativitas memasukkan ikon Kota Pekanbaru ke dalam scarf. Tentu langkah ini sangat saya apresiasi karena di Dekranasda kami juga fokus mengangkat wastra Riau, dan pemerintah ingin kita terus menonjolkan produk-produk warisan daerah,” ungkap Adrias.
Adrias menambahkan bahwa scarf ini dirancang dengan konsep yang matang, tidak hanya mengedepankan nilai sejarah dan estetika, tetapi juga memperhatikan kenyamanan konsumen. Penggunaan material voal yang ringan, jahitan yang rapi, pilihan dua ukuran, serta kombinasi warna elegan dinilai sangat memahami kebutuhan pasar saat ini.
Lebih lanjut, Adrias menekankan pentingnya memberi ruh dan narasi pada industri fesyen modern agar tidak sekadar menjual barang. Kekayaan budaya harus diterjemahkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah, dikemas secara menarik, serta mampu membangun komunitas demi memperluas jangkauan pasar.
Melalui keberadaan koleksi “The Colours of Pekanbaru”, Adrias berharap para pelaku ekonomi kreatif terus memperluas kolaborasi dengan perajin tenun, desainer, ilustrator, hingga kreator konten lokal. Sinergi ini diharapkan dapat menjadikan scarf tersebut sebagai media promosi budaya yang bergaung hingga ke tingkat nasional dan mancanegara.
Sementara, pelaku ekonomi kreatif, Siti Aisyah, mengungkapkan bahwa koleksi ini dirancang khusus dengan mengambil unsur etnik dari Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.
“Suatu kehormatan bagi kami dihadiri langsung oleh Ibu Adrias beserta rombongan. Melalui scarf ini, helai demi helai kami menghadirkan karya yang tidak hanya indah untuk dikenakan, tetapi juga sebagai media memperkenalkan Riau ke seluruh Indonesia,” ujar Aisyah.
Sumber: mediacenter.riau.go.id
