SMARTPEKANBARU.COM – Pelantikan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Riau Masa Bakti 2026-2031 menjadi momentum untuk menegaskan peran organisasi alumni sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Semangat kolaborasi dan pengabdian menjadi landasan utama kepengurusan baru dalam menjalankan berbagai program yang berdampak bagi masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus menandai komitmen KAGAMA Riau untuk menghadirkan kontribusi nyata melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan jejaring alumni. Sehingga, pengalaman yang dimiliki anggotanya dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan di Provinsi Riau.
Ketua Pengurus Daerah KAGAMA Riau, Dr Arifudin, mengatakan pihaknya ingin menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Menurutnya, Riau memiliki modal besar yang harus dikelola secara bersama-sama.
“Kami ingin menjadikan KAGAMA Riau sebagai mitra strategis bagi pemerintah dalam pembangunan daerah. Bumi Lancang Kuning ini memiliki kekuatan yang luar biasa besar mulai dari akar budaya Melayu yang kokoh, sumber daya alam melimpah, sektor perkebunan luar biasa, potensi lingkungan, kreativitas anak muda hingga posisi geografis yang sangat strategis,” katanya di Pekanbaru, Sabtu (18/07/2026).
Dijelaskan, potensi besar tersebut memerlukan kolaborasi dari berbagai unsur agar mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Ia menambahkan, bahwa organisasinya memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi berbasis pengetahuan.
“Oleh karena itu KAGAMA harus hadir di tengah potensi ini dengan membawa ilmu pengetahuan, jejaring, pengalaman, dan solusi konkret. Kita harus memperkuat sektor pendidikan, menggerakkan ekonomi, menjaga lingkungan, dan memperbaiki pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Riau,” jelasnya.
Diungkapkan, kepengurusan yang baru tidak ingin sekadar menjadi organisasi yang bersifat seremonial. Seluruh program yang dijalankan diarahkan agar menghasilkan karya dan dampak nyata melalui sinergi lintas sektor.
“Kita berkomitmen membangun organisasi yang tidak diam melainkan terus bergerak melalui kolaborasi. Kita akan mengubah jejaring menjadi kerja sama, kerja sama menjadi karya dan karya menjadi dampak nyata,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari senior, alumni muda, pemerintah, dunia usaha hingga organisasi alumni perguruan tinggi lainnya. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Dalam ekosistem ini, para senior berperan memberi arah dan teladan, alumni muda membawa energi baru dan inovasi, pemerintah membuka ruang sinergi, dunia usaha memperkuat keberlanjutan, dan organisasi alumni lintas kampus menjadi sahabat karib dalam pengabdian. Oleh sebab itu, kami sengaja mengundang ikatan-ikatan alumni universitas lain pada hari ini untuk merajut kolaborasi tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arifudin menyoroti pentingnya membangun citra positif Riau melalui konsep city branding yang berangkat dari kualitas pelayanan dan pengalaman masyarakat. Menurutnya, identitas daerah dibangun melalui kerja nyata, bukan sekadar simbol.
“Melalui konsep City Branding, kita diingatkan bahwa citra sebuah daerah tidak cukup hanya dibangun lewat logo yang indah atau slogan yang megah. Citra yang sesungguhnya lahir dari pengalaman nyata dari pelayanan publik yang baik, kepemimpinan dipercaya, berbudaya, ruang publik ramah, ekonomi tumbuh, serta masyarakat cinta terhadap daerahnya,” tuturnya.
Dengan begitu, ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera bekerja dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat tanpa menunggu kondisi yang dianggap ideal. Sehingga, setiap langkah kecil yang dilakukan secara bersama akan menjadi fondasi perubahan besar.
“Di sinilah KAGAMA Riau siap ikut berpikir, menghubungkan, dan bekerja nyata. Kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik jangan menunggu semuanya sempurna untuk mulai bergerak. Mulailah dari apa yang bisa kita kerjakan hari ini, lakukan bersama-sama, dan ukur manfaatnya.” pungkasnya.(MC Riau/bib)
Sumber: mediacenter.riau.go.id
