SMARTPEKANBARU.COM – Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat tingginya permintaan layanan penyelamatan satwa liar selama pertengahan tahun ini.
Hingga saat ini, petugas telah melakukan 72 kali evakuasi ular yang masuk ke rumah maupun lingkungan permukiman warga.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan ular yang dievakuasi terdiri dari berbagai jenis, mulai dari piton hingga kobra. Karena itu, masyarakat diminta tidak mencoba menangkap atau mengusir ular secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menangkap ular ketika mendapati ada ular masuk ke dalam rumah. Segera hubungi petugas DPKP agar penanganannya dilakukan secara aman,” ujar Zarman, Kamis (6/8).
Selain ular, petugas DPKP juga cukup sering menerima laporan keberadaan biawak di lingkungan rumah warga. Tim penyelamatan telah melakukan 23 kali evakuasi biawak dari berbagai lokasi di Kota Pekanbaru.
Menurut Zarman, layanan penyelamatan DPKP tidak hanya terbatas pada ular dan biawak. Petugas juga menangani berbagai jenis satwa lain yang berpotensi membahayakan atau mengganggu aktivitas masyarakat, seperti lebah, tawon, musang, anjing, dan kucing.
Ia menjelaskan bahwa DPKP memiliki fungsi penyelamatan (rescue) yang mencakup berbagai kondisi darurat, sehingga masyarakat dapat meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan aman.
“Tim kami juga sering membantu berbagai penyelamatan nonkebakaran, seperti pelepasan kunci atau gembok, membuka pintu rumah yang terkunci, mengambil telepon seluler yang jatuh ke parit, hingga mengevakuasi sepatu yang tersangkut di balkon,” jelasnya.
Selain itu, DPKP Pekanbaru juga menangani evakuasi kendaraan, termasuk membantu mobil yang terperosok atau mengalami kesulitan di lokasi tertentu.
Zarman menegaskan bahwa layanan penyelamatan DPKP tersedia untuk masyarakat Kota Pekanbaru dan dapat dihubungi sewaktu-waktu ketika menghadapi kondisi darurat yang berkaitan dengan satwa liar maupun penyelamatan lainnya.
Meningkatnya jumlah evakuasi ular selama Juni menunjukkan bahwa interaksi antara satwa liar dan permukiman warga masih cukup tinggi, terutama pada kawasan yang berbatasan dengan semak, lahan kosong, atau daerah yang memiliki habitat alami reptil.
DPKP berharap masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Sumber: mediacenter.riau.go.id
