SMARTPEKANBARU.COM – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali perkembangan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah dinilai telah mencatat sejumlah capaian positif, namun tantangan seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan kenaikan biaya produksi masih perlu mendapat perhatian.
Hal tersebut disampaikan Erfan Effendi, Ketua DPD GPTN Provinsi Riau sekaligus Wakil Ketua DPD KTNA Provinsi Riau dan Wakil Ketua DPW TMI Provinsi Riau, dalam refleksinya menyambut HUT RI ke-81.
Menurut Erfan, pencapaian swasembada terhadap delapan komoditas strategis menjadi hal yang patut diapresiasi. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
“Pencapaian swasembada pangan terhadap delapan komoditas strategis patut diapresiasi dan merupakan prestasi besar yang melampaui target awal empat tahun,” ujar Erfan.
Ia menilai capaian tersebut didukung peningkatan produksi dalam negeri, perbaikan tata kelola, penyerapan hasil panen petani, serta perbaikan distribusi dan harga pupuk. Namun, upaya tersebut tetap perlu diperkuat melalui akselerasi tanam, pompanisasi, bantuan alat pertanian, serta modernisasi lahan.
Erfan juga menegaskan bahwa swasembada pangan bukan hanya persoalan memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi berkaitan dengan kedaulatan negara, stabilitas harga dan pasokan, serta kesejahteraan petani.
Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman dalam mencapai swasembada beras pada 1984 yang didukung teknologi pertanian, intensifikasi, pembangunan irigasi, serta penguatan stabilitas harga. Infrastruktur tersebut hingga kini masih menjadi salah satu pendukung produksi pangan nasional.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Januari 2026 terdapat 240 bendungan yang beroperasi di Indonesia dengan volume tampungan air mencapai sekitar 9,7 miliar meter kubik. Infrastruktur tersebut dinilai masih memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.
Meski demikian, Erfan menilai keberhasilan swasembada tidak cukup hanya dilihat dari besarnya produksi. Pemerataan distribusi, kesejahteraan petani, pengelolaan lahan yang bijak, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan juga harus menjadi perhatian.
“Kemerdekaan sejati akan tercapai ketika setiap jengkal tanah negeri mampu memberi makan rakyat secara mandiri.”
Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi pengingat bahwa Indonesia perlu terus bergerak dari swasembada menuju kedaulatan pangan, dengan kebijakan yang berpihak kepada petani dan mampu membangun sistem pangan yang mandiri serta berkelanjutan.
