SMARTPEKANBARU.COM – Penyakit kerap datang tanpa pernah memberi kabar sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Asrul Mahendra (27), seorang pedagang asal Kota Pekanbaru, saat harus menghadapi penyakit tifus yang sedang dialaminya.
Asrul menuturkan kepada tim Jamkesnews bahwa dirinya sempat merasakan demam. Namun, ia menganggap kondisi tersebut sebagai demam biasa sehingga tidak terlalu mengkhawatirkannya.
“Setelah istirahat dan minum obat di rumah bukannya membaik gejala yang saya rasakan malah semakin parah. Saya mulai muntah-muntah, kepala juga jadi sangat pusing, dan demam semakin tinggi. Melihat kondisi tersebut, keluarga langsung membawa saya ke IGD untuk diperiksa lebih lanjut.” cerita Asrul.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa Asrul mengidap tifus dan harus menjalani pengobatan melalui perawatan rawat inap terlebih dahulu.
“Namun alhamdulillah mas, selama tiga hari menjalani perawatan rawat inap di sini, kondisi kesehatan saya semakin membaik. Gejala-gejala yang sebelumnya saya rasakan juga sudah berkurang. Dokter pun sempat menyampaikan bahwa saya sudah diperbolehkan pulang besok kalau kondisi saya semakin membaik.” ujar Asrul.
Tak hanya pada kejadian kali ini, Asrul juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah merasakan manfaat Program JKN untuk keperluan pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sempat ia idap.
“Iya, dulu saya juga pernah terkena DBD. Waktu itu saya sampai menjalani perawatan rawat inap selama sembilan hari di rumah sakit ini dan menggunakan JKN. Alhamdulillah, seluruh pembiayaan ditanggung penuh oleh JKN tanpa ada biaya tambahan.” ungkap Asrul.
Asrul menuturkan bahwa kehadiran Program JKN memberikan rasa aman baginya. Dengan adanya JKN, ia tidak perlu lagi khawatir akan tingginya biaya pengobatan yang harus ditanggung saat menjalani perawatan.
“Saya kan pedagang mas, jadi penghasilan memang tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, ketika tertimpa masalah kesehatan seperti ini tentu bisa berdampak pada kondisi ekonomi. Namun, berkat JKN, kekhawatiran saya akan biaya bisa hilang.” ujar Asrul.
Asrul menilai bahwa manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari kualitas layanan yang diterimanya, seperti pelayanan IGD yang cepat dan sigap, kemudahan administrasi dengan hanya menggunakan KTP, serta kualitas pengobatan yang baik.
“Oleh karena itu, saya berharap program hebat ini dapat terus berkembang menjadi lebih baik dan tetap berorientasi dalam membantu masyarakat. Manfaat besar yang diberikan tentu harus kita jaga bersama-sama. Terima kasih banyak JKN.” tutup Asrul.
