SMARTPEKANBARU.COM – Kiriman asap dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Supriyadi, mengatakan langkah penanganan saat ini masih difokuskan pada perlindungan masyarakat dari dampak kualitas udara serta pencegahan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya dengan mendorong masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
“Sampai tahap ini Pemprov Riau belum ada pembahasan surat edaran terkait meliburkan sekolah. Penanganan fokus pada arahan penggunaan masker dan pengurangan aktivitas luar ruangan,” katanya di Pekanbaru, Minggu (23/08/2026).
Dijelaskan, Pemprov Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelumnya telah menerbitkan maklumat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla. Maklumat tersebut memuat enam poin yang menjadi perhatian seluruh pihak di wilayah Riau.
“Kita sebelumnya telah mengeluarkan Maklumat Forkopimda Provinsi Riau. Isinya ada enam poin, yang berkaitan tentang pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Provinsi Riau,” jelasnya.
Ia menuturkan, perkembangan cuaca dan kualitas udara menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pemerintah. Penurunan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir menjadi alasan masyarakat diminta mengurangi kegiatan di ruang terbuka untuk meminimalkan risiko kesehatan.
“Kemudian, saat ini melihat tren perkembangan cuaca dan kualitas udara di Provinsi Riau yang beberapa hari ini menunjukkan penurunan kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, wajib menggunakan masker,” tuturnya.
Kadis Kominfotik Supriyadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi udara maupun memicu munculnya titik api baru. Pembakaran sampah dan lahan secara terbuka harus dihindari, terutama ketika kondisi cuaca mendukung terjadinya Karhutla.
“Selanjutnya, diharapkan untuk tidak memperburuk situasi dengan membakar sampah atau lahan. Terakhir, tetap menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh dengan berolahraga serta mengonsumsi vitamin,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah bersama Forkopimda Riau terus memperkuat upaya penanganan Karhutla di sejumlah wilayah. Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan mengerahkan berbagai unsur yang memiliki kemampuan dan sumber daya dalam penanggulangan kebakaran.
“Pemerintah dan Forkopimda Riau selalu menjalankan langkah-langkah penanganan. Tim terus melakukan pemadaman secara bersinergi melibatkan TNI, Polri, Pemda, Dunia Usaha, Relawan, Manggala Agni, hingga masyarakat,” terangnya.
Selain upaya pemadaman, pemerintah juga menyiapkan langkah perlindungan langsung bagi masyarakat yang terdampak penurunan kualitas udara. Masker yang telah disiagakan akan dibagikan kepada masyarakat, sementara posko kesehatan akan disiapkan di wilayah yang mengalami dampak.
“Pemprov Riau akan menindaklanjuti dengan membagikan masker yang telah disiagakan kepada masyarakat. Nanti, posko-posko kesehatan juga segera didirikan pada wilayah terkena dampak. Pada intinya kita perlu berwaspada tetapi harus ingat bahwa pemerintah selalu ada untuk masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: mediacenter.riau.go.id
