SMARTPEKANBARU.COM – Seiring dengan peralihan cuaca dari musim panas menuju musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru, Dedy Sambudi mengimbau masyarakat perlu mewaspadai gejala DBD, terutama saat mengalami demam tinggi.
“Mungkin awalnya dikira demam biasa, tetapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit sehingga kondisi sangat lemah,” kata Dedy, Senin (5/10/2026).
Pihaknya mencatat sebanyak 745 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga awal Oktober 2026. Dari ratusan kasus tersebut, Kecamatan Tuah Madani menjadi wilayah dengan kasus DBD terbanyak, yakni mencapai 117 kasus.
“Selanjutnya Kecamatan Marpoyan Damai dengan 109 kasus. Disusul Bukit Raya sebanyak 82 kasus, Tenayan Raya sebanyak 70 kasus, Binawidya 62 kasus, Payung Sekaki 58 kasus,” ungkapnya.
Setelahnya, Kecamatan Rumbai 49 kasus, Kulim 47 kasus, Limapuluh 39 kasus, Rumbai Timur 38 kasus, Sukajadi dan Sail masing-masing 19 kasus, Rumbai Barat 18 kasus, Senapelan 15 kasus, Pekanbaru Kota 5 kasus.
Diskes Pekanbaru juga mencatat, dari total kasus tersebut terdapat tiga warga yang meninggal dunia. Masing-masing merupakan warga Kecamatan Tuah Madani, Kecamatan Sail, dan Kecamatan Kulim.
Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk.
“Genangan air tidak hanya terdapat di tanah. Berbagai barang di sekitar rumah juga bisa menjadi tempat menampung air hujan dan kemudian menjadi lokasi berkembangnya jentik nyamuk. Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang,” katanya.
Untuk mencegah kasus DBD terus meningkat, warga diajak kembali mengintensifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
Upaya tersebut dilakukan dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
Warga juga diminta lebih memperhatikan barang-barang yang berada di sekitar rumah, terutama yang berpotensi menampung air hujan, seperti ban bekas, kaleng, dan ember.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya jentik nyamuk dan memutus rantai penularan DBD di tengah perubahan cuaca.
Sumber: mediacenter.riau.go.id
