SMARTPEKANBARU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2026, dilaksanakan kegiatan Intensifikasi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Wilayah Khusus dan Donor Darah dalam rangka PKK-KB-KES. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, khususnya bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes., bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Riau, Mhd Irzal, S.E., M.E., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Rokan Hulu, drg. Septien Asmarwiati, M.Kes., serta Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hulu, dr. Yeni Dwi Putri Anton, beserta jajaran dan mitra kerja terkait. Intensifikasi pelayanan KB ini bertujuan mendukung pencapaian target unmet need atau kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi, sekaligus memastikan pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi Pasangan Usia Subur (PUS). Berdasarkan data pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 yang disampaikan dalam sambutan Deputi, angka unmet need di Kabupaten Rokan Hulu mencapai 19,9 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian nasional sebesar 13,4 persen dan Provinsi Riau sebesar 16,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pelayanan KB yang berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, capaian prevalensi kesertaan KB modern (modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) Kabupaten Rokan Hulu tercatat sebesar 54,6 persen, sementara capaian Provinsi Riau sebesar 57,7 persen dan nasional sebesar 60,8 persen. Melalui intensifikasi pelayanan ini, pemerintah mendorong peningkatan kesertaan KB, termasuk penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), serta edukasi kesehatan reproduksi guna mencegah putus pakai kontrasepsi modern.
Pelayanan KB dan kesehatan reproduksi juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas dan percepatan penurunan stunting. Perencanaan kehamilan yang baik, termasuk melalui pelayanan KB pascapersalinan, diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kehamilan 4T, yaitu terlalu muda, terlalu dekat, terlalu tua, dan terlalu banyak, sehingga kesehatan ibu dan bayi dapat lebih terjaga. Sementara itu, kegiatan donor darah menjadi wujud kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TP PKK, tenaga kesehatan, dan mitra kerja dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan Intensifikasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus dan Donor Darah ini, diharapkan akses pelayanan KB semakin merata, kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi dapat ditekan, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi semakin meningkat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan terus diperkuat untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan mendukung tercapainya Generasi Emas Indonesia 2045.
