Skip to content
RADIO SMART PEKANBARU

RADIO SMART PEKANBARU

Kanal Bisnis & Inspirasi

  • News Update
  • Business Today
  • Live Talkshow
  • Ordinary News
  • Advertorial
  • Streaming
  • Info Pajak
  • Haloawalbros
  • Toggle search form
  • Sejumlah Pak Ogah Terjaring Razia di Pekanbaru, Diduga Sebabkan Kemacetan Ordinary News
  • Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Election
  • AM Witel Riau Dorong Akuisisi Pelanggan Melalui Penawaran Promo High Speed Internet Akhir Tahun di Disa Tour Travel Ordinary News
  • Pemprov Riau Tebar Bantuan Puluhan Juta untuk Masjid dan Anak Yatim di Bukit Kapur Government
  • Yulisman Calon Diunggulkan di Musda, Daftar untuk Ketua Golkar Riau Riau

AI Tak Hapus Semua Pekerjaan, CEO Nvidia Ramal Pekerjaan Ini Akan Sangat Dibutuhkan

Posted on 8 Oktober 20258 Oktober 2025 By Iwan Antonius Marbun

SMARTPEKANBARU.COM – Dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI), generasi muda, khususnya Gen Z, sering diperingatkan bahwa peluang mereka makin sempit karena banyak pekerjaan bisa tergantikan AI. Di tengah kekhawatiran tersebut, CEO Nvidia Jensen Huang, justru menyampaikan pandangan berbeda. Menurut Huang, masa depan bukan hanya milik insinyur software atau pekerja kantoran, melainkan juga tukang listrik, tukang kayu, dan para pekerja terampil lainnya. Dalam wawancara dengan Channel 4 News di Inggris, Huang menegaskan bahwa percepatan pembangunan pusat data atau data center untuk mendukung AI akan menciptakan gelombang besar kebutuhan tenaga kerja terampil. “Kalau Anda seorang tukang listrik, tukang ledeng, atau tukang kayu, kita akan butuh ratusan ribu orang untuk membangun semua pabrik ini,” ujar Jensen Huang. Menurut Huang, pembangunan data center bukan proyek sekali jadi, melainkan sesuatu yang terus bertambah.

“Segmen pekerja terampil di setiap ekonomi akan mengalami ledakan. Kebutuhannya akan terus berlipat ganda setiap tahun,” lanjutnya.

Komentar Huang muncul setelah Nvidia mengumumkan investasi senilai 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.654 triliun) untuk mendukung pembangunan data center berbasis chip AI mereka. Menurut proyeksi McKinsey, belanja modal global untuk data center bisa mencapai 7 triliun dollar AS pada 2030. Untuk gambaran, satu data center berukuran 250.000 kaki persegi (2,32 hektar) bisa melibatkan hingga 1.500 pekerja konstruksi saat pembangunan. Banyak dari mereka berpenghasilan lebih dari 100.000 dollar AS per tahun tanpa perlu gelar sarjana. Skalanya pun tak main-main. Satu data center berukuran 2,32 hektar bisa menyerap hingga 1.500 pekerja konstruksi saat proses pembangunan. Banyak di antara para pekerja berpenghasilan lebih dari 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,65 miliar) setahun, ditambah lembur, tanpa harus punya gelar sarjana. Setelah beroperasi, data center memang hanya butuh sekitar 50 pekerja penuh waktu untuk perawatan, tapi tiap pekerjaan itu memicu terbentuknya lebih banyak lapangan kerja lain di sekitarnya. Jensen Huang menilai kondisi ini membuka peluang besar bagi anak muda. Alih-alih hanya membidik pekerjaan kantoran yang rawan tergantikan AI, ia menyarankan generasi muda mempertimbangkan sekolah kejuruan atau jalur keterampilan praktis.

Pekerjaan di bidang teknologi tak melulu soal software dan pemrograman. Ada juga sisi fisik dari teknologi, seperti membangun dan merawat infrastruktur AI. Misalnya data center, jaringan listrik, atau sistem pendingin.

“Kalau saya berusia 20 tahun lagi, mungkin saya akan memilih ilmu-ilmu fisik (physical sciences) ketimbang software,” kata orang nomor satu di perusahaan bervaluasi 4.567 triliun dollar AS (sekitar Rp 75.653 triliun) ini.

Yang dimaksud ilmu fisik di sini adalah bidang seperti teknik elektro, teknik mesin, fisika terapan, atau keterampilan teknis yang mendukung pembangunan nyata. Kata bos-bos lainnya Pandangan Huang ternyata sejalan dengan kekhawatiran para CEO besar lainnya. CEO BlackRock, Larry Fink, misalnya, sudah menyampaikan ke Gedung Putih bahwa Amerika bisa kehabisan tukang listrik untuk memenuhi kebutuhan data center AI.

“Saya bahkan bilang ke tim Trump, kita bisa kehabisan tukang listrik. Kita memang tidak punya cukup,” kata Fink dalam sebuah konferensi terpisah.CEO Ford, Jim Farley, juga menyoroti hal serupa. Menurutnya, ambisi pemerintah AS untuk memindahkan kembali rantai pasok manufaktur ke dalam negeri (reshoring) tidak akan tercapai jika tidak ada tenaga kerja yang cukup. “Bagaimana kita bisa membangun semua ini kalau tidak ada orangnya?” ujar Farley.

Kementerian Pendidikan AS pun sudah mulai memperluas program sekolah kejuruan, memberi sinyal bahwa jalur pendidikan vokasi akan semakin penting di masa depan. Tren bergeser: dari kantor ke lapangan Riset terbaru dari Yale Budget Lab memang menunjukkan belum ada disrupsi besar-besaran di pasar kerja akibat AI dalam 33 bulan sejak peluncuran ChatGPT. Namun, tren jangka panjang tetap mengarah pada perubahan jenis pekerjaan yang dibutuhkan.

Di satu sisi, banyak orang cemas pekerjaan kantoran bisa berkurang akibat otomasi. Namun di sisi lain, pembangunan infrastruktur fisik untuk mendukung AI justru mendorong peluang baru. Jika prediksi Huang benar, dekade berikutnya bisa jadi masa keemasan pekerja lapangan seperti tukang listrik, tukang kayu, tukang ledeng, dan pekerja konstruksi, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Fortune, Senin (6/10/2025).

sumber ; kompas.com

Internasional, Ordinary News, Techno, Technology

Navigasi pos

Previous Post: Selain Operasi Pasar, Disperindag Kota Pekanbaru Juga Telusuri Penyebab Lonjakan Harga Cabai Merah
Next Post: Hanya Beberapa Daerah di Riau Diperkirakan Turun Hujan Hari Ini Rabu 8 Oktober 2025

Related Posts

  • Disdikbud Pelalawan Siap Tunjuk Guru Penanggung Jawab MBG Sesuai Edaran BGN Ordinary News
  • Telkom Riau Tawarkan Solusi Digital IndiBiz dan Antares Eazy untuk Dukung Produksi MBG di Batam Ordinary News
  • Warga Desak Satgas PKH Ditarik dari Lokasi TNTN, Trauma Lihat Petugas Menenteng Senjata Demonstration
  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Selasa 13 Januari 2026: UBS Rp 2,71 Juta, Galeri24 Rp 2,66 Juta Business Today
  • Pasar Ponsel Lipat 2025 Diprediksi Stagnan, iPhone Lipat Jadi Harapan Technology
  • DPRD Riau Minta Gubernur dan Wagub Sudahi Polemik Efisiensi, Budiman: Semoga Badai Cepat Berlalu Ordinary News

LIVE ON AIR

Breaking News
  • Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, Antam Tembus Rp3.009.000 per Gram
  • Seleksi Komisaris PT SPR Diperpanjang, Dorong Penguatan Kinerja BUMD
  • Optimalkan Deteksi Stroke, dr. Yan Leo Tambunan Paparkan Keunggulan Teknologi DSA di RS Awal Bros

KONTAK KAMI :

RADIO SMART PEKANBARU

Jalan Imam Munandar (Harapan Raya) No. 383, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. 28282

 

Email: officialsmartpku@gmail.com
Marketing : 0857 1111 8188
Program : 0811 757 1018

  • Kak Seto Terdiagnosa Stroke Ringan, Ini yang Perlu Diketahui Menurut Dokter Saraf Health
  • Mudahkan Wajib Pajak, Kantor Pajak di Riau Tetap Buka Layanan pada Sabtu dan Minggu Economy
  • Quarter Life Crisis Jadi Salah Satu Bahasan Pesta Literasi Indonesia 2025 Pekanbaru Ordinary News
  • DPRD Riau Terima Aduan Pengusaha Hotel, Desak Standar Operasional Penggeledahan Harus Jelas! Business Today
  • Duduk Perkara Keterlambatan Gaji Guru di Riau, Hanya Cukup 9 Bulan, Disdik Berikan Klarifikasi Riau
  • DPRD Riau Tindaklanjuti LKPJ, Pansus Dibentuk untuk Evaluasi Election
  • RUU Perampasan Aset Resmi Masuk Prolegnas Prioritas Usai Instruksi Prabowo Government
  • WHO Berharap Tidak Ada Lagi Serangan ke Faskes dan Staf Medis, Berikut Penjelasannya… Health

Copyright ©052024 by @brodan

Powered by PressBook News WordPress theme