SMARTPEKANBARU – Banjir di Kota Pekanbaru, tidak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat.
Sebab, sudah puluhan tahun menjadi langganan bagi masyarakat, apalagi hujannya lebih dari setengah jam. Kondisi ini tenrunya tidak bisa dianggap sepele.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Hamdani SIP menyebutkan, masih terjadinya banjir dan titiknya makin tersebar, diakibatkan penanganannya tidak maksimal.
“Penyebab utama banjir ini karena sistem draonase buruk. Ditambah lagi, penanganannya masih bersifat sementara. Perlu keseriusan,” kata Hamdani kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (16/10/2025).
Lebih lanjut disampaikan, penanganan banjir ini harus bersamaan dengan anggaran yang disiapkan. Tidak bisa anggaran yang diplot hanya sekadar saja.
Tapi benar-benar sesuai kondisi ril di lapangan. Sehingga tidak setiap tahun masalah ini saja yang terus dikeluhkan.
“Kami kira porsi anggarannya harus lebih besar disiapkan di tahun 2026. Karena ini juga berkaitan menjaga infrastruktur yang sudah diperbaiki, seperti perbaikan jalan yang kini lagi gencar-gencarnya dilaksanakan Pemko,” sebut Politisi senior PKS ini lagi.
Selain itu, untuk mengatasi banjir ini memang harus dipikirkan semua saluran drainase berfungsi. Jangan sampai ada jalan yang sama sekali tidak ada drainasenya, sehingga tidak heran jika terjadi banjir saat hujan mengguyur.
Hamdani juga menyinggung soal masterplan penanganan banjir yang dimiliki Pemko Pekanbaru. Harusnya, beberapa item penting di dalam masterplan tersebut dilaksanakan, sehingga titik banjirnya tidak meluas lebih banyak lagi.
“Pemko bersama Pemprov dan Pusat, harus bergerak cepat tentang banjir ini. Jangan dianggap sepele, sebelum nanti sulit dikendalikan titik banjirnya,” pintanya.
Sumber : Tribun Pekanbaru
