SMARTPEKANBARU.COM – Kerusakan yang terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 88 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau dikeluhkan masyarakat pengguna jalan dalam sebulan terakhir.
Pasalnya, lokasi itu merupakan salah satu titik rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) dan mengancam keselamatan pengendara sepeda motor, mobil, maupun kendaraan besar lainnya.
Dalam satu pekan ini, terjadi dua kali kecelakaan yang mengakibatkan korban luka ringan dan berat. Dua kejadian ini berlangsung pada malam hari.
“Jalannya rusak semakin hari tambah parah. Itu sejak banjir-banjir besar tahun lalu,” ujar Rudi Karto (38) warga Desa Kemang kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (23/10/2025).
Sejak diterjang banjir besar beberapa kali beberapa titik kerusakan muncul di sepanjang Jalintim Kilometer 83 sampai 88.
Lokasi itu merupakan daerah terparah direndam banjir tahunan yang hampir melumpuhkan jalan nasional tersebut.
Semakin lama badan jalan rigid yang retak dan berlubang semakin parah, apalagi dilalui kendaraan bertonase berat dan besar.
Sehingga kendaraan kecil dan sepeda motor sulit melewati jalan rusak itu.
“Kalau pagi hari pasti macet, karena banyak kendaraan yang lewat. Orang mau pergi kerja, pegawai ke kantor, dan anak sekolah,” ungkap Anton, pegawai di Pemkab Pelalawan.
Informasi yang dihimpun tribupekanbaru.com, Laka Lantas terjadi di Jalintim Kilometer 88 Desa Kemang pada Selasa (21/12/2025) malam lalu.
Seorang pengendara sepeda motor terkapar akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya. Sebab motor yang dikemudikan menabrak lubang di lokasi tersebut.
Kemudian pada Rabu (22/10/2025), Laka Lantas melibatkan dua mobil besar truk Fuso box dengan truk CPO pada malam hari.
Truk Fuso menabrak bagian belakang truk CPO yang mengakibatkan sopir mengalami cidera kaki akibat terjepit.
“Kalau malam hari tidak ada penerangan, gelap jadinya. Jadi lubang-lubang tak nampak. Itu yang paling bahaya,” kata warga lainnya.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK membenarkan komisi Jalintim Kilometer 88 yang rusak parah dan menjadi titik rawa kecelakaan.
Pihaknya mengambil beberapa langkah untuk meminimalisir kecelakaan di lokasi tersebut.
“Kami sudah memasang rambu peringatan sementara di lokasi,” beber Kasat Tatit Rizkyan Hanafi.
Adapun rambu yang dipakai yakni tanda peringatan, traffic cone dengan scotlight. Agar terlihat pada malam hari dan pengendara bisa waspada ketika melintasi jalan berlubang.
Selain itu pihaknya telah berkoordinasi dengan dengan instansi terkait yakni BPJN wilayah Riau dan Dinas PUPR, agar kerusakan jalan secepatnya diperbaiki.
Sumber ; Tribunpekanbaru.com
