SMARTPEKANBARU.COM – Retinoid dinilai efektif untuk mengatasi tanda penuaan. Bahkan, survei di Journal of the American Academy of Dermatology menunjukkan, lebih dari 96 persen dermatolog merekomendasikan retinoid untuk mengatasi garis halus, flek hitam, dan masalah kulit akibat penuaan.
Lantas, apa yang membuat bahan aktif ini begitu istimewa? Apa itu retinoid dan bagaimana cara kerjanya?
Retinol, bentuk retinoid yang paling dikenal di pasaran. Menurut pendiri merek skincare Apothaka, Natasha Dauncey, retinoid merupakan bagian dari molekul turunan vitamin A yang bekerja dengan mempercepat proses pergantian sel kulit dan memperbaiki tekstur kulit.
“Retinol adalah bentuk retinoid yang paling dikenal di pasaran, tetapi ada juga turunan lain seperti retinaldehyde yang kini semakin populer,” jelas Dauncey, disadur dari Best Life, Rabu (22/10/2025).
Retinoid bekerja dengan merangsang pergantian sel kulit lama menjadi sel baru. Proses ini membantu memudarkan flek hitam, menyamarkan bekas jerawat, dan menghaluskan garis halus.
Selain itu, retinoid juga merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru di kulit sehingga warna kulit tampak lebih merata dan cerah alami.
Retinoid efektif untuk anti-aging dan mengatasi flek hitam?
Pakai retinoid dalam jumlah kecil
Penulis utama studi dan wakil ketua Departemen Dermatologi di Northwestern Medicine, Dr. Murad Alam menyebutkan, retinoid adalah bahan yang paling banyak direkomendasikan oleh dermatolog karena manfaatnya yang beragam.
“Retinoid bukan hanya untuk anti-aging, tapi juga untuk jerawat, pori-pori besar, dan hiperpigmentasi,” ujar Alam.
Ia menambahkan, hanya sedikit orang yang benar-benar alergi terhadap retinoid, tapi banyak yang menggunakannya terlalu berlebihan.
“Gunakan dalam jumlah kecil, satu hingga dua kali seminggu di awal pemakaian. Kulit butuh waktu untuk beradaptasi,” lanjutnya.
Dengan penggunaan rutin, retinoid terbukti mampu meningkatkan elastisitas kulit dan mengurangi tanda penuaan dalam beberapa bulan.
Kombinasi retinoid dan sunscreen jadi kunci
Retinoid memang bekerja mempercepat regenerasi kulit, tapi efek ini membuat kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya (sunscreen) menjadi langkah penting untuk melindungi hasil perawatan.
“Sunscreen harus selalu menjadi langkah terakhir dalam rutinitas pagi, apa pun jenis kulitnya,” ucap dermatolog bersertifikat, Dr. Muneeb Shah.
Shah menjelaskan, penggunaan sunscreen dengan takaran sekitar dua ruas jari dan re-apply setiap dua jam dapat membantu mencegah munculnya garis halus baru dan memperkuat efek retinoid.
“Tanpa sunscreen, retinoid justru bisa membuat kulit lebih mudah mengalami kerusakan akibat sinar UV (ultraviolet),” tambahnya.
Vitamin C jadi sahabat retinoid untuk kulit cerah
Selain sunscreen, vitamin C juga menjadi bahan pendamping terbaik untuk retinoid. Dalam survei yang sama, sekitar 88 persen dermatolog merekomendasikan vitamin C untuk membantu memudarkan flek hitam dan meratakan warna kulit.
“Vitamin C bekerja sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari radikal bebas dan membantu menstabilkan kolagen,” jelas Alam.
Kombinasi vitamin C pada pagi hari dan retinoid pada malam hari dapat menghasilkan kulit yang lebih cerah, kencang, dan sehat.
Di tengah maraknya promosi produk skincare di media sosial, para ahli mengingatkan untuk tidak tergiur klaim tanpa bukti ilmiah. Lebih jauh, ia menekankan, efektivitas skincare tidak selalu ditentukan oleh harga.
“Bahan seperti retinoid, vitamin C, dan sunscreen sudah terbukti secara ilmiah, dan bahkan tersedia dalam produk yang terjangkau,” pungkas Alam.
Sumber : Kompas.com
