SMARTPEKANBARU.COM – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, sebagai museum nasional. Penetapan ini merupakan hasil dari proses verifikasi yang diajukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak melalui permohonan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Tekad Perbatas Setia Dewa, menjelaskan bahwa seluruh persyaratan telah dipenuhi. “Hasil verifikasi menyatakan bahwa Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah Siak telah memenuhi syarat pendirian museum yaitu memiliki visi dan misi, koleksi, lokasi dan/atau bangunan, sumber daya manusia, sumber pendanaan tetap,” kata Tekad di Siak, Senin (24/11/2025) dikutip dari Antara.
Dari verifikasi tersebut, Kementerian Kebudayaan RI menerbitkan surat pemberitahuan dengan nomor 0977/L.L3/KB.13.02/2025, yang menyatakan bahwa Istana Siak resmi ditetapkan sebagai museum.
Bagaimana Status Museum Ini Setelah Penetapan? Setelah penetapan tersebut, Kementerian Kebudayaan memberikan NPNM dengan Nomor 14.08.U.04.0368. Dengan demikian, pengelolaan Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah Siak berada di bawah tanggung jawab Dinas Kebudayaan Provinsi Riau dan Kementerian Kebudayaan RI. Tekad menambahkan bahwa kini Kabupaten Siak memiliki dua museum resmi, yaitu Museum Balairung Sri dan Museum Istana Siak. “Museum ini diakui secara nasional, dari sisi perawatan dan anggaran diprioritaskan,” ujarnya.
Mengapa Istana Siak Memerlukan Revitalisasi? Sebelumnya, Komisi VII DPR RI telah meninjau kondisi Istana Siak dan menyetujui anggaran perbaikan sebesar Rp10 miliar. Ketua Komisi VII, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan bahwa kondisi bangunan memang membutuhkan penanganan serius. “Memang ini memerlukan perbaikan, revitalisasi maupun renovasi. Kebutuhan anggaran tidak besar namun karena ini cagar budaya perlu penanganan oleh pemerintah pusat,” ujarnya usai kunjungan pada Jumat. Proposal perbaikan, menurut Saleh, telah diserahkan ke Kementerian Pariwisata. Ia berharap revitalisasi dapat segera dilakukan agar daya tarik wisata meningkat dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat.
Seberapa Penting Nilai Sejarah Istana Siak? Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau, Hendry Munief, menegaskan bahwa Siak menyimpan sejarah besar dalam perjalanan bangsa.
Ia mengungkapkan bahwa Sultan Siak memiliki kontribusi besar saat Indonesia membutuhkan dukungan finansial.
“Sultan Siak menyumbang 13 juta gulden atau setara Rp1,2 triliun, terbesar dari sumbangan yang ada. Setelah kemerdekaan, Riau juga menyumbang minyak di bawah dan di atas, namun kondisi istana cukup memprihatinkan,” ujarnya. Hendry juga menyampaikan bahwa dengan nilai sejarah sebesar itu, Siak layak diperjuangkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
Apa Saja Kekayaan Budaya yang Dimiliki Istana Siak? Bupati Siak, Afni Z, menyoroti kondisi fisik bangunan yang perlu perhatian, terutama karena keberadaan koleksi unik yang tidak dimiliki tempat lain di dunia. Salah satu koleksi paling berharga adalah alat musik Komet. “Sebelumnya ada di Jerman tapi sudah rusak. Sekarang satu-satunya di dunia ada di Siak, piringan hitam mendengarkan musik Mozart. Tapi ini yang bisa memainkannya hanya tinggal satu orang. Itu pun sudah pensiun namun saya minta untuk tetap mau,” ujar Afni. Komet menjadi bukti kekayaan budaya dan teknologi pada masa pemerintahan Kesultanan Siak. Kehadirannya semakin menegaskan bahwa Istana Siak adalah aset sejarah yang harus dilestarikan.
Penguatan identitas sejarah, peningkatan fasilitas, dan pelestarian koleksi akan menjadi modal penting bagi Siak untuk berkembang menjadi pusat wisata sejarah dan budaya di Sumatra. Penetapan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga warisan bangsa, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.
sumber ; kompas.com
