PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau telah mengambil alih tanggung jawab atas 16 ruas jalan di Kota Pekanbaru yang sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Sejauh ini, Pemprov Riau telah memperbaiki 11 dari 16 ruas jalan yang dialihkan, sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait kerusakan parah di ruas jalan tersebut.
Pj Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, persoalan jalan di Pekanbaru merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pemko Pekanbaru.
“Kita harus bersinergi menangani persoalan di jalan. Apalagi sempat viral terkait banjir di Pekanbaru, tentu harus cepat kita sikapi suara hati rakyat, semoga perbaikan jalan yang sudah kita lakukan ini bisa bermanfaat buat masyarakat,” kata Pj Gubri, Selasa (9/7/2024).
Pj Gubri menyebut, ia juga sudah melihat langsung kondisi ruas jalan di Pekanbaru yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti Jalan Cipta Karya. Persoalan utama jalan ini merupakan drainase yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Saya sudah lihat jalan Cipta Karya tergenang banjir. Saya sudah minta PUPR untuk langsung diperbaiki. Namun, sebelum diperbaiki, drainase harus dibersihkan dulu agar badan jalan tidak tergenang banjir. Karena itu, kita minta Pemko Pekanbaru mulai dibersihkan drainasenya,” ujarnya.
SF Hariyanto berharap usai diperbaiki, masyarakat dapat bersama-sama merawat fasilitas umum tersebut. Selain itu, orang nomor satu di Riau tersebut juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Sehingga, tidak hanya masalah jalan rusak yang diatasi, tetapi juga masalah banjir yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Kota Pekanbaru dapat segera diselesaikan. SF Hariyanto menganggap bahwa penyelesaian masalah banjir memerlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
Oleh karena itu, Pj Gubernur Riau telah memerintahkan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk segera mengeluarkan surat edaran terkait pembersihan saluran drainase. Surat edaran tersebut akan memuat instruksi kepada Camat dan Lurah untuk menggerakkan warga mereka dalam gotong royong membersihkan drainase di lingkungan masing-masing.
Melalui kebijakan ini, diharapkan bencana banjir akibat saluran drainase yang tersumbat oleh sampah dapat segera diatasi.
SF Hariyanto menyatakan harapannya untuk melihat kemajuan setiap tahun dalam pembangunan infrastruktur, terutama dalam penanganan banjir dan perbaikan jalan rusak yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, M Arief Setiawan, menjelaskan bahwa perbaikan jalan di Pekanbaru dimulai setelah proses pengalihan aset jalan dari Pemerintah Kota Pekanbaru ke Pemerintah Provinsi Riau selesai dilaksanakan.
Setelah menerima tanggung jawab atas 16 ruas jalan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau langsung mengakselerasi perbaikan jalan yang telah dialihkan. Saat ini, dari total 16 ruas jalan yang dialihkan, sudah ada 11 ruas jalan yang diperbaiki. Beberapa di antaranya sudah selesai diperbaiki, sedangkan beberapa masih dalam proses perbaikan.
Menurut data dari Dinas PUPR Riau, ruas jalan yang sudah selesai diperbaiki antara lain Jalan Cut Nyak Dhien, Imam Bonjol, A Yani, M Yamin, Parit Indah, Kartama, dan Adi Sucipto. Sedangkan ruas jalan seperti Jalan Cipta Karya, Diponegoro, dan Sultan Syarif Kasim masih dalam proses perbaikan. Lima ruas jalan lainnya juga akan segera mendapat perhatian untuk proses perbaikan, yaitu Jalan Pesantren, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pattimura, dan Jalan Teropong. (rvn)
sumber : tribunpekanbaru.com
