PEKANBARU, SMARTPEKANBARU.COM – Industri pernikahan (wedding industry) terus mengalami transformasi yang dinamis, baik dari segi estetika maupun konsep acara yang diusung oleh para pelaku industri kreatif. Menjawab tantangan tersebut, program talkshow unggulan SPEAK UP #6 kembali hadir secara langsung dari Bono Hotel Pekanbaru pada Jumat (29/5), dengan mengangkat tema menarik mengenai dinamika dunia dekorasi. “Edisi kali ini menghadirkan Silvana Yasinta Putri selaku Owner vendor dekorasi kenamaan sebagai bintang tamu untuk mengupas tuntas strategi dapur kreatif agar tetap eksis di tengah ketatnya persaingan,” ujar Andina Yasmine selaku host acara yang memandu jalannya diskusi interaktif tersebut.
Dalam perbincangan hangat tersebut, Silvana mengungkapkan adanya pergeseran peta persaingan dan selera pasar yang cukup signifikan pada generasi muda saat ini yang lebih menyukai konsep minimalis namun sakral. “Jika dulunya tren mengarah ke royal wedding yang serbamegah dan masif, sekarang pasarnya lebih condong ke intimate wedding di mana anak-anak muda memilih konsep privat dengan hanya mengundang keluarga inti dan kerabat terdekat saja,” jelas Silvana saat memaparkan perubahan perilaku konsumen yang terjadi belakangan ini.
Guna menyiasati konsep pernikahan privat agar tetap terlihat memukau secara visual, Silvana menekankan pentingnya detail presisi pada setiap rangkaian elemen dekorasi yang dipasang di venue. “Salah satu visi kami untuk memberikan kesan yang benar-benar memukau adalah dengan mengutamakan penggunaan tanaman dan bunga asli (live plants) karena sentuhan alam yang segar ini memberikan impresi mewah sekaligus elegan yang tidak bisa digantikan oleh properti artifisial,” tuturnya secara gamblang mengenai rahasia estetika vendornya.
Menghadapi tantangan dan dinamika persaingan antardekorator yang kian ketat dengan munculnya nama-nama baru, Silvana menjelaskan bahwa fleksibilitas, riset tren di media sosial, dan sinergi antar-vendor adalah kunci utama untuk bertahan. “Strategi kami adalah selalu menyesuaikan diri secara presisi dengan apa yang diinginkan oleh klien, serta aktif berkolaborasi dengan ekosistem dunia wedding lainnya seperti wedding organizer, fotografer, hingga pihak venue agar tercipta eksekusi acara yang sempurna,” tambahnya saat menjawab pertanyaan dari co-host Angga Fatahillah.
Sebagai penutup sesi, Silvana menegaskan bahwa pondasi utama kepercayaan masyarakat tidak hanya terletak pada keindahan visual semata, melainkan pada kualitas pelayanan sejak awal komunikasi dimulai. “Mulai dari komunikasi awal, proses brainstorming, hingga eksekusi di hari H, pelayanan yang maksimal itulah yang melahirkan kepuasan dan secara otomatis akan membangun trust yang kuat dari klien,” pungkasnya di akhir program SPEAK UP #6 yang sukses memberikan insight segar bagi para calon pengantin maupun pelaku industri kreatif di Kota Pekanbaru.
