SMARTPEKANBARU – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok dan harga daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul FItri 2026 aman. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Makmun, mengungkapkan stok daging sapi cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyebut, harga daging sapi di tingkat konsumen masih di bawah harga acuan dari pemerintah.
Informasi itu Makmun sampaikan usai menggelar rapat koordinasi dengan para pelaku usaha daging sapi nasional mulai importir, pedagang, dan peternak kemarin, Senin (5/1/2026).
“Kami sampaikan, stok daging sapi nasional saat ini dalam kondisi cukup,” ujar Makmun, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Menurut Makmun, kenaikan harga daging sapi di sejumlah daerah terjadi karena harga sapi di negara impor naik.
Namun, pemerintah dan pengusaha telah sepakat melakukan pengendalian agar dampak kenaikan harga itu tidak dirasakan secara langsung oleh konsumen.
Dalam forum itu, pemerintah dan pengusaha sepakat menjaga daging sapi di pasar agar tidak melewati harga acuan pemerintah (HAP).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Yayan Suryana, menyatakan para pedagang bersikap kooperatif menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi di pasar menjelang hari besar umat Islam.
Yayan juga meminta para pedagang, khususnya di Jakarta, bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) agar tidak berhenti berdagang.
Pihaknya meminta semua pengusaha menjaga stabilitas pasar selama Ramadhan dan Idul Fitri. Kestabilan harga di pasar penting dilakukan agar masyarakat bisa beribadah dengan nyaman.
“Kami mohon rekan-rekan pedagang daging untuk tidak berhenti beraktivitas. Insyaallah ada solusi terbaik untuk semua pihak,” kata Yayan.
Sementara, Ketua Umum Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Asnawi, menyebut rapat tersebut menyepakati pengendalian harga timbang hidup.
Menurutnya, harga timbang hidup yang disepakati berada di Rp 53 hingga Rp 54 ribu per kilogram dengan tujuan harga karkas di rumah potong hewan (RPH) tidak melonjak.
“Dengan skema ini, harga karkas dijaga di kisaran Rp104–105 ribu per kilogram untuk dua pekan ke depan,” ujar Asnawi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Djoni Liano, menyebut pasokan sapi potong nasional masih aman meskipun terdapat tekanan dari pasar dunia dan nilai tukar rupiah.
Ia memastikan, stok sapi potong anggotanya cukup memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idul Fitri yang meningkat.
Sumber : Kompas.com
