SMARTPEKANBARU.COM – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyiagakan seluruh Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana.
Selain itu, ia juga meminta RSUD Teluk Kuantan sebagai faskes rujukan untuk siaga di situasi saat ini.
“Tenaga medis di daerah yang masuk rawan bemcana harus siaga dalam menghadapi potensi bencana. Jangan sampai korban bencana tidak dapat penanganan medis dan akses kesehatan,” ujar Suhardiman Amby, Kamis (1/1/2026).
Bahkan ia meminta Puskesmas yang berada di wilayah rawan bencana untuk siaga 24 jam.
Ia juga meminta Dinkes Kuansing untuk memastikan ketersediaan obat-obatan di seluruh Puskesmas yang masuk dalam wilayah rawan bencana.
“Biasanya, penyakit pasca banjir yang sering muncul adalah diare, penyakit kulit dan penyakit lainnya akibat virus. Puskesmas harus punya obat-obatan itu, harus disiapkan,” ujar Suhardiman Amby.
Suhardiman Amby menjelaskan, saat ini Kabupaten Kuansing memiliki 23 Puskesmas dan sebagian besar sudah rawat inap.
Jumlah Puskesmas yang lebih banyak dari jumlah kecamatan di Kuansing kata dia seharusnya dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal ke warga.
“Terlebih saat ini bertepatan dengan liburan, seluruh Puskesmas yang berada di ruas jalan lintas tengah harus 24 jam,” ujarnya.
Suhardiman Amby pun melarang pejabat di OPD teknis seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP-Damkar, PUPR, Dinsos serta Dinas Perhubungan untuk tetap di Kuansing selama status siaga bencana.
Bahkan ia juga melarang Sekda untuk dinas luar kota.
“Bencana tidak tahu kapan terjadi, kita harus siaga. Semoga Kuansing terhindar dari bencana yang sudah melanda di sejumlah daerah,” ujarnya.
sumber ; tribunpekanbaru.com
