SMARTPEKANBARU.COM– Menyongsong datangnya perayaan Tahun Baru Imlek 2026, komunitas Tionghoa di Pekanbaru mulai disibukkan dengan persiapan berburu berbagai ornamen hiasan. Salah satu titik yang menjadi rujukan utama para pembeli adalah Toko Bintang Terang yang berlokasi di kawasan Jalan Juanda.
Suriandy, pemilik Toko Bintang Terang, menjelaskan bahwa gerainya menyediakan aneka ragam kebutuhan khas Imlek secara lengkap. Menurutnya, setiap tahun toko ini selalu menjadi destinasi bagi warga yang ingin mempercantik hunian mereka maupun bagi mereka yang mencari bingkisan untuk kerabat dan rekan bisnis.
“Di sini menjual berbagai aksesoris dan perlengkapan untuk Imlek. Mulai dari lampion, hiasan tempelan dinding atau magnet, miniatur shio, dan berbagai macam aksesoris lainnya,” ujarnya pada hari Senin (16/02/2026).
Mengenai harga, Suriandy memaparkan bahwa nilai jual barang-barang tersebut sangat bervariasi, tergantung pada ukuran, kualitas material, serta tingkat kerumitan desainnya. Ia merincikan bahwa untuk produk lampion, harga yang ditawarkan mulai dari kisaran satu jutaan rupiah.
“Harga lampion di sini beragam, Rp1,2 juta sampai Rp3,5 juta. Untuk miniatur shio kuda kita bandrol seharga Rp180 ribu. Semua tergantung pembeli mau yang mana saja,” jelasnya lebih lanjut.
Kendati atmosfer menyambut Imlek tetap terasa hangat, Suriandy mengakui bahwa tren penjualan pada tahun ini mengalami kelesuan jika dikomparasikan dengan periode sebelumnya. Ia melihat kondisi ekonomi yang belum stabil membuat masyarakat cenderung lebih hemat dalam mengalokasikan anggaran belanja mereka.
“Kalau penjualan tahun ini kayaknya ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Saya lihat di pasar, daya beli juga sepi. Tapi walaupun kayak gitu kita tetap bersyukur,” ungkapnya dengan nada optimis.
Bagi Suriandy, esensi dari pergantian tahun ini bukan sekadar tentang perayaan fisik semata, melainkan terdapat nilai-nilai spiritual dan momen introspeksi diri yang mendalam. Ia pun menitikberatkan pentingnya menjaga rasa syukur dan memanjatkan doa saat memasuki tahun yang baru.
“Sebab pada intinya, setiap tahun baru Imlek kita harus banyak-banyak bersyukur dan berdoa. Jadi istilahnya lebih banyak berdoa bukan untuk diri sendiri tapi juga untuk alam, supaya kurang terjadi bencana,” tuturnya.
Di sisi lain, minat beli warga sebenarnya masih nampak cukup stabil. Meysa Liem, salah seorang warga Pekanbaru, mengaku tetap meluangkan waktu untuk mendatangi Toko Bintang Terang demi mendapatkan hampers Imlek yang akan ia bagikan sebagai simbol kasih sayang kepada keluarga besar.
Baginya, aktivitas belanja menjelang Imlek sudah menjadi tradisi rutin tahunan. Selain untuk memperindah dekorasi rumah, momen ini juga dimanfaatkannya sebagai wadah untuk terus merajut tali silaturahmi.
“Saya ke sini beli hampers Imlek, kalau mau dekat perayaan pasti belanja ke sini. Harganya juga terjangkau dan lengkap juga,” ucap Meysa saat tengah memilih aksesoris dengan perpaduan warna merah dan emas.
Senada dengan Meysa, Along Vinanda yang juga merupakan warga setempat, merasa sangat terbantu dengan keberadaan toko perlengkapan Imlek yang komplit di tengah kota. Ia merasa senang karena tidak perlu bersusah payah mencari kebutuhan hari raya ke tempat yang jauh.
“Untung saja di daerah kita masih ada toko yang menjual aksesoris seperti ini, jadinya kita gak payah mencari-cari. Apalagi kawasan ini masih di tengah kota, ya tentu baguslah,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Sumber: Media Center Riau
