SMARTPEKANBARU.COM- Menjaga kesehatan sistem pencernaan selama menjalankan ibadah puasa menjadi perhatian serius bagi para ahli kesehatan. Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, seorang pakar gizi ternama, menekankan bahwa asupan buah dan sayuran saat waktu sahur dan berbuka bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan vital. Menurutnya, kedua kelompok makanan ini adalah pemasok serat utama yang menjamin kelancaran metabolisme tubuh selama menahan lapar dan haus.
Dalam penjelasannya, Rita menyebutkan bahwa pada dasarnya seluruh varietas hasil alam tersebut memiliki khasiat positif bagi fungsi saluran cerna. Namun, bagi masyarakat yang mencari solusi cepat untuk mengatasi masalah sembelit atau pencernaan lambat, ia memberikan rekomendasi spesifik. “Semua buah dan semua jenis sayur itu efektif untuk membantu pencernaan lancar. Tetapi kalau dicari yang paling cepat membantu, pepaya termasuk yang baik karena mengandung enzim pencernaan,” kata Rita saat dihubungi pada Rabu.
Dosen dari Universitas Faletehan Serang tersebut merinci lebih dalam mengenai keunggulan pepaya yang memiliki enzim alami untuk mempermudah proses pemecahan partikel makanan. Hal ini secara otomatis meringankan beban kerja sistem pencernaan yang sedang beradaptasi dengan pola puasa. Selain itu, ia juga menyarankan konsumsi alpukat karena kekayaan lemak sehatnya yang mampu memberikan efek kenyang lebih lama sekaligus melumasi saluran cerna.
Buah naga juga menjadi sorotan dalam edukasi gizi ini karena karakteristiknya yang kaya akan kadar air dan serat tinggi. Rita menilai buah eksotis ini sangat ideal dikonsumsi baik saat mengawali puasa maupun saat membatalkannya untuk merangsang gerak peristaltik usus. “Kandungan serat dan airnya yang cukup tinggi sangat membantu kelancaran buang air besar,” tambahnya mengenai manfaat buah berwarna merah tersebut.
Beralih ke sektor sayuran, pemilihan jenis yang tepat menjadi kunci agar perut tidak terasa begah. Rita menyarankan sayuran yang memiliki struktur serat lembut dan mudah diolah, seperti bayam dan wortel, yang sangat praktis untuk menu harian. Selain itu, sayuran kategori buah seperti labu siam juga direkomendasikan karena sifatnya yang mendinginkan dan ringan bagi lambung yang kosong selama belasan jam.
Sebagai strategi pamungkas, sang ahli gizi mengingatkan pentingnya distribusi porsi makan yang seimbang antara sahur dan berbuka. Ia menekankan bahwa meskipun frekuensi makan berkurang, kebutuhan serat harian tidak boleh dikompromi. Dengan memadukan sayur dan buah bersama sumber protein nabati serta hewani, keseimbangan nutrisi tubuh akan tetap terjaga optimal, sehingga ibadah Ramadhan dapat dijalankan dengan kondisi fisik yang prima.
Sumber : antaranews.com
