SMARTPEKANBARU.COM- Sejumlah pengelola hotel di Kota Pekanbaru mendatangi Kantor DPRD Provinsi Riau untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi dunia usaha perhotelan saat ini.
Kedatangan mereka bertujuan untuk mengadukan tindakan penggeledahan yang dianggap mengganggu kenyamanan tamu dan kelangsungan bisnis.
Para pengusaha ini merasa perlu ada komunikasi yang lebih baik antara pihak penegak hukum atau instansi pengawas dengan pelaku usaha. Mereka khawatir jika prosedur pengawasan dilakukan secara represif, tingkat hunian hotel di Kota Bertuah akan merosot tajam.
Keluhkan Dampak Psikologis Terhadap TamuDalam pertemuan tersebut, perwakilan pengelola hotel mengungkapkan bahwa aksi penggeledahan yang terjadi di beberapa titik telah menimbulkan dampak psikologis negatif bagi tamu hotel. Hal ini dinilai merugikan citra pariwisata dan bisnis perhotelan di Pekanbaru yang baru saja mulai bangkit.
Mereka meminta agar pemerintah dan pihak terkait memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih elegan dan terukur dalam melakukan pengawasan atau penertiban, tanpa harus menimbulkan kegaduhan di area publik hotel.
DPRD Riau Berjanji Akan Fasilitasi Mediasi Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Riau menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan ini.
Dewan berencana memfasilitasi pertemuan antara pengusaha hotel dengan instansi terkait untuk mencari solusi jalan tengah. Pihak legislatif menegaskan bahwa pengawasan hukum memang harus dijalankan, namun tidak boleh mengabaikan etika bisnis dan kenyamanan masyarakat.
Hal ini penting demi menjaga iklim investasi di Provinsi Riau agar tetap kondusif bagi para pelaku usaha.
Sumber: TribunPekanbaru.com
