SMARTPEKANBARU.COM- Stadion Kaharuddin Nasution kembali menjadi saksi bisu kebuntuan PSPS Pekanbaru yang terpaksa harus puas berbagi angka dengan Garudayaksa FC, Sabtu (28/2). Meski bertarung di kandang sendiri tanpa riuh dukungan penonton, skuat Askar Bertuah gagal mengamankan poin penuh setelah dipaksa bermain imbang tanpa gol hingga peluit panjang dibunyikan. Skor kacamata ini menjadi potret ketatnya duel lini tengah yang diperagakan kedua kesebelasan.
Sejak peluit pertama melengking, dominasi permainan sebenarnya berada di bawah kendali PSPS Pekanbaru. Aliran bola dari kaki ke kaki diperagakan tuan rumah untuk membongkar pertahanan rapat Garudayaksa FC. Sayangnya, dominasi penguasaan bola tersebut seolah membentur tembok tebal, membuat sejumlah peluang yang tercipta di paruh pertama gagal mengubah angka di papan skor.
Memasuki interval kedua, tempo permainan meningkat drastis seiring aksi jual beli serangan yang kian terbuka. Garudayaksa FC nyaris saja membungkam publik tuan rumah melalui sepakan keras Everton Nascimento yang mengarah tajam ke gawang. Beruntung, kiper Erlangga Setyo tampil heroik dengan melakukan blok krusial yang menyelamatkan gawang PSPS dari kebobolan prematur di babak kedua.
Gempuran tim tamu tak berhenti di situ,Alfin Faiz berulang kali menebar ancaman di lini belakang PSPS. Pada menit ke-75, tendangan mendatarnya masih mampu dipelukan erat oleh Erlangga Setyo. Sepuluh menit berselang, Alfin kembali mendapatkan peluang emas di dalam kotak penalti, namun penyelesaian akhirnya masih melambung jauh di atas mistar, memberikan napas lega bagi barisan pertahanan tuan rumah.
Tak ingin dipermalukan di rumah sendiri, PSPS mencoba menyegarkan lini serang dengan memasukkan striker berpengalaman Hari Nur Yulianto menggantikan Vieri Donny. Keputusan ini hampir membuahkan hasil manis saat Hari menyambut umpan silang dengan tandukan mematikan. Namun, Rudi N Rajak kiper pengganti Garudayaksa tampil gemilang dengan menepis bola tepat di garis gawang, menggagalkan selebrasi yang sudah di depan mata.
Ketegangan mencapai puncaknya saat wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Kedua tim tampak enggan menyerah dan terus meningkatkan intensitas serangan di menit-menit berdarah. Meski drama serangan silih berganti terjadi hingga detik terakhir, skor 0-0 tetap tak bergeming. Alhasil, kedua tim terpaksa harus rela mengantongi masing-masing satu poin dari laga yang menguras fisik ini.
Sumber : Media Center Riau
