SMARTPEKANBARU.COM — Komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam menekan angka gizi buruk dan stunting kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau, Ardias Hariyanto, melakukan kunjungan sosial strategis ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Sabtu sore (28/2/2026).
Didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau, Ny. Herawati Abdi, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, S.Kep, MH, kunjungan ini difokuskan pada pemantauan intensif terhadap kondisi pasien anak dengan diagnosa gizi buruk serta seorang anak piatu yang tengah menjalani perawatan medis. Kehadiran rombongan ini menjadi simbol bahwa negara dan organisasi mitra pemerintah hadir secara langsung dalam menangani isu kesehatan prioritas di Bumi Lancang Kuning.
Setibanya di lokasi pada pukul 16.00 WIB, Ardias Hariyanto langsung berkoordinasi dengan tim medis untuk meninjau progres klinis para pasien kecil tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa penanganan gizi buruk bukan sekadar tugas teknis medis, melainkan tanggung jawab moral bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi Riau.
“Kami hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan intervensi medis yang optimal. Penanganan gizi buruk adalah prioritas utama, dan kita harus menjamin bahwa masa depan mereka tidak terhambat oleh kendala nutrisi,” ujar Ardias di sela-sela kunjungannya.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa RSUD Arifin Achmad telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima tanpa hambatan administratif. Fokus utama saat ini adalah percepatan pemulihan kondisi pasien yang memerlukan atensi khusus, mengingat urgensi penanganan nutrisi pada fase pertumbuhan anak.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral antara TP PKK, DWP, dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengakselerasi program pencegahan stunting dan pemenuhan nutrisi secara preventif di masyarakat. Kunjungan yang penuh empati ini ditutup dengan pemberian santunan sebagai bentuk dukungan moril, dengan harapan dapat meringankan beban keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan krusialnya pola asuh dan kecukupan gizi sejak dini.
Sumber : Dinkes Riau
