SMARTPEKANBARU.COM — Persaingan bola voli putri di kancah Asia dipastikan memanas. Timnas Voli Putri Indonesia yang diperkuat bintang opposite Megawati Hangestri Pertiwi, kini dalam radar kewaspadaan tinggi menyusul ambisi besar Korea Selatan di kalender AVC 2026. Ultimatum ini datang langsung dari nakhoda baru Timnas Korea Selatan, Cha Sang-hyun.
Mantan pelatih GS Caltex tersebut secara terang-terangan membidik target podium pada dua ajang bergengsi: AVC Cup 2026 di Filipina (6-14 Juni) dan AVC Women’s Continental Championship 2026 di China (21-30 Agustus). Bagi Indonesia, ini merupakan peringatan dini mengingat kedua negara berpotensi besar terjebak dalam grup yang sama di babak penyisihan.
Cha Sang-hyun tengah merancang perombakan skuat besar-besaran untuk mengembalikan kejayaan Negeri Ginseng yang sempat meredup pasca-era Kim Yeon-koung. “Saya akan merekrut pemain baru, termasuk penyerang kidal dan pemain dengan kemampuan receive yang kuat untuk mendiversifikasi taktik kami,” tegas Cha, sebagaimana dikutip dari media Korea, KMIB.
Langkah agresif Korea Selatan ini menjadi warning bagi PBVSI dan pelatih Timnas Indonesia, Marcos Sugiyama. Megawati “Megatron” Hangestri memang masih menjadi motor serangan utama Merah Putih, namun Korea Selatan datang dengan pendekatan baru. Mereka bahkan berencana memulai pemusatan latihan (TC) lebih awal pada Mei 2026 dengan menarik pemain dari klub-klub yang tidak lolos playoff Liga Voli Korea (V-League).
“Tujuan utama saya adalah berdiri di podium pada Kejuaraan Asia dan Continental,” ucap pelatih kelahiran 1974 tersebut. Ambisi ini bukan gertakan sambal, mengingat status Korea Selatan sebagai mantan tim inti Volleyball Nations League (VNL) yang kini tengah berupaya keras membangun kembali fondasi tim mereka melalui pembinaan usia muda yang sistematis.
Menghadapi tantangan ini, Timnas Voli Putri Indonesia dituntut melakukan persiapan yang jauh lebih matang. Ketergantungan pada sosok Megawati harus diimbangi dengan kolektivitas tim dan skema permainan yang lebih bervariasi jika ingin meredam ambisi Korea Selatan di kancah internasional tahun ini.
Sumber : Tribun
