SMARTPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Memasuki satu tahun masa pemerintahan pasangan Agung Nugroho dan Markarius Anwar, persoalan klasik banjir akibat hujan deras masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Hal ini menjadi salah satu sorotan utama dalam rapat paripurna DPRD Kota Pekanbaru terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025, Senin (6/4/2026).
Dalam sidang tersebut, sejumlah fraksi di DPRD memberikan catatan kritis mengenai infrastruktur, terutama terkait perbaikan drainase dan efektivitas penanganan banjir yang selama ini menjadi aspirasi prioritas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan apresiasinya atas masukan dan kritik yang diberikan sebagai bahan evaluasi kinerja pemerintah ke depan.
Markarius mengakui bahwa meskipun sepanjang tahun 2025 Pemko Pekanbaru telah melakukan perbaikan drainase sepanjang 80 kilometer, langkah tersebut belum mampu menuntaskan persoalan banjir secara menyeluruh. Menurutnya, hambatan utama di lapangan adalah sistem drainase kota yang belum terintegrasi satu sama lain.
“Permasalahan utama terletak pada sistem drainase yang belum terintegrasi dengan baik. Ke depan, perlu dilakukan evaluasi dan penataan ulang agar jaringan drainase dapat saling terkoneksi. Ini kunci untuk mengurangi persoalan banjir di Kota Pekanbaru secara signifikan,” jelas Markarius Anwar.
Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap dengan fokus pada pembangunan sistem drainase terintegrasi. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi wilayah-wilayah rawan genangan, sehingga kenyamanan warga Kota Bertuah tetap terjaga saat musim penghujan tiba.
Sumber: Media Center Riau
